Arsip Penulis

Biasakanlah membaca Hasbalah  setiap hari, karena fadhilahnya sangat banyak, diantaranya terpeliharanya nikmat yang sudah ada, memancing bertambahnya rizki dan anugerah Allah, terjaga keamanannya dari setiap musuh, dan masih banyak lagi.

Bacaan Hasbalah :

حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ

Hasbunalloohu wa ni’mal wakiil.

 

Artinya:“Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.” (QS Ali Imran,[3] : 173)

 

Penjelasan :

Sebagian ulama salaf menjelaskan tata cara membacanya dengan bilangan yang berbeda. Diantara mereka ada yang membacanya setiap hari sebanyak 450 kali, 950 kali, 4000 kali, 7000 kali, dan bahkan ada yang 19.000 kali. Tata cara semacam ini lebih didasarkan oleh kemakrifatan, kesungguhan, dan pengalaman batin mereka. Namun yang termasyhur adalah bilangan 450 kali. Walloohu a’lam.

 

حَسْبِيَ اللَّهُ  لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ  عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَ هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ  الْعَظِيْمِ

 

Hasbiyalloohu laa ilaaha illaa huwa ‘alaihi tawakkaltu wa huwa rabbul-’arsyil ‘azhiim

 

Artinya:“Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki `Arsy yang agung.” (QS at-Taubah,[9] : 129).

 

Rasulullah saw. bersabda, bahwa siapa saja yang membacanya di pagi hari tujuh kali dan sore hari tujuh kali, maka Allah akan mencukupi apa saja dari urusan dunia dan akhirat yang ia butuhkan, baik ia meyakini khasiatnya, maupun mendustakannya.


Biasakan membaca :
لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِالَّلهِ العَلِيِّ الْعَظِيْمِ.
 
Laa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiim.
Artinya: “Tiada daya dan tiada kekuatan, selain dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung
 
Rasulullah saw. selalu memerintahkan dan mendo-rong kaum muslimin agar sering membaca bacaan dzikir “Hauqalah” di atas, karena ia dapat menyingkirkan tujuh puluh macam bencana, minimal susah; bahwa ia merupakan salah satu gudang simpanan surga; bahwa ia merupakan obat penyembuh bagi sembilan puluh sembilan macam penyakit; bahwa ia merupakan tanaman surga; bahwa ia menjadi sebab terjaganya kenikmatan; siapa saja yang terbiasa membacanya seratus kali setiap hari, maka ia tidak akan tertimpa kemiskinan; dan bahwa ia merupakan penolak tujuh puluh macam bahaya, yang terendah adalah bahaya kefakiran.

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبىِّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ  أَنْتَ  عَلَيْكَ  تَوَكَّلْتُ   وَأَنْتَ  رَبُّ الْعَرْشِ  الْعَظِيْمِ,  مَاشَاءَ اللَّهُ كَانَ, وَمَالَمْ يَشَأْ لَمْ يَكُنْ, لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ العَلِيِّ الْعَظِيْمِ  أَعْلَمُ أَنَّ الله عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ, وَ أَنَّ الله قَدْ أَحَاطَ  بِكُلِّ شَيْئٍ عِلْمًا. اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُبِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِى وَ مِنْ شَرِّ كُلِّ دَابَّةٍ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَـتِهَا إِنَّ رَبىِّ عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ.
 
Alloohumma anta rabbii, laa ilaaha illaa anta, alaika taw.kkaltu, wa anta rabbul ‘arsyil ‘azhiim. Maa syaa-Alloohu kaana, wamaa lam yasya’ lam yakun. Wa laa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiim. A’lamu annallooha ‘alaa kulli syai-in qadiir, wa annallooha qad ahaatha bikulli syai-in ‘ilmaa. Alloohumma innii a’uudzu bika min syarri nafsii, wa min syarri kulli daabbatin anta aakhidzun binaashiyatihaa. Inna rabbii ‘alaa shiraathim-mustaqiim.
 
Artinya : “Ya Allah! Engkau Tuhanku. Tiada tuhan selain Engkau. Hanya kepada-Mu aku bertawakkal, dan Engkau Tuhan Penguasa ‘arasy yang agung. Apa yang dikehendaki Allah, akan terjadi, dan apa yang tidak dikehendaki-Nya, tidak akan terjadi. Tiada daya dan tiada kekuatan, selain dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha AgungAku tahu bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan bahwa Ilmu Allah meliputi segala sesuatu. Ya Allah! Aku memohon perlindungan kepada-Mu dari kejahatan diriku dan dari kejahatan semua hewan melata yang telah berada didalam pengendalian-Mu. Sesungguhnya Tuhanku senantiasa berada di jalan yang lurus”.
 
Rasulullah saw bersabda, “Siapa saja yang membacanya, maka apa saja yang tidak ia kehendaki, tidak satu pun yang akan menimpa pada dirinya, keluarganya dan hartanya”.
 
Dalam kitab Abwabul Faraj disebutkan suatu riwayat yang diketengahkan oleh Ibnu Sinni, bahwa seseorang pernah mendatangi Abu Darda’ ra seraya mengadu, “Wahai Abu Darda’! Aku melihat Rumahmu terbakar”. Abu Darda’ menjawab, “Bukan rumahku, karena aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda, ‘Siapa saja yang membaca dzikir ini (sebagaimana di atas) di pagi hari, ia akan terhindar dari bencana yang mungkin mengenai dirinya, keluarganya dan harta bendanya’. Aku selalu membacanya setiap pagi”. 
Abu Darda’ lantas mengajak para sahabat pergi ke rumahnya, untuk menyaksikan rumahnya yang dikabarkan terbakar. Ternyata yang terbakar adalah rumah-rumah di sekitar rumahnya. Sementara rumahnya sendiri, tidak sedikit pun yang terbakar. Jika doa dzikir tersebut dibaca di waktu sore, maka akan terhindar dari bencana pada malam harinya.

Amalan Pengasihan Bagi Para Pedagang, Kaifiyahnya adalah di baca setiap hendak menjalankan bisnis atau usaha, dibaca 7 kali, dengan di iringi tawassul Fatihah kepada Kanjeng Nabi dan Syaikh Maulana Ishaq,.. semoga bermanfaat,.

 

حَسْبِىَ الرَّبُّ مِنَ الْمَرْبُوْبِيْنَ حَسْبِىَ الْخَالِقُ مِنَ الْمَخْلُوْقِيْنَ حَسْبِىَ الرَّازِقُ مِنَ الْمَرْزُوْقِيْنَ حَسْبِىَ السَّاتِرُ مِنَ الْمَسْتُوْرِيْنَ حَسْبِىَ النَّاصِرُ مِنَ الْمَنْصُوْرِيْنَ حَسْبِىَ الْقَاهِرُ مِنَ الْمَقْهُوْرِيْنَ حَسْبِيَ الَّذِيْ هُوَ حَسْبِى مَنْ لَمْ يَزَلْ حَسْبِى, حَسْبِيَ الله وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ حَسْبِىَ اللهُ مِنْ جَمِيْعِ خَلْقِهِ

AMALAN CAHAYA LANGIT

Posted: 17/07/2014 in Amalan Hikmah

Amalan “Cahaya Langit” adalah salah satu amalan yang berfungsi sebagai Piandel bagi para Petinggi, di antara Fadhilahnya adalah sebagai kewibawaan, di mudahkan segala urusan, di segani oleh bawahan, di cintai oleh atasan,. ..

Amalan “Cahaya Langit” sebenarnya adalah sebutan lain dari “Sholawat Al-Anwar”,. di dalam berbagai referensi, salah satunya dalam kitab “Sa’adatud Daraini” karangan Syaikh Yusuf Bin Isma’il An Nabhany, Sholawat A- Anwar sangat baik di baca dalam segala kesempatan dan segala keadaan,..

Kaifiyah dari amalan “Cahaya Langit” ini adalah di baca setiap pagi sebanyak 21 kali,. atau bisa di baca sesuai dengan kemampuan,.

أَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى نُوْرِ اْلأَنْوَارِ وَسِرِّ اْلأَسْرَارِ وَتِرْيَاقِ اْلأَغْيَارِ وَمِفْتَاحِ بَابِ الْيَسَارِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُخْتَارِ وَآلِهِ اْلأَطْهَارِ وَأَصْحَابِهِ اْلأَخْيَارِ عَدَدَ نِعَمِ اللهِ وَإِفْضَالِهِ