Arsip Penulis

 

 
Bismillaahirrohmaanirrohim,
Alloohumma yaa kariim yaa wahhab yaa dzat-thouli yaa Alloh, Sholli wasallim wabaarik alaa sayyidinaa Muhammadin adada kholqika, Wa ridhoo-a nafsika, wa zinata arsyika, wa midada kalimaatika, Alloohumma yaa ghoniyyu yaa hamiid yaa mubdi’u yaa mu’iid yaa rohiimu yaa waduud yaa fa’alu limaa yuriid aghninii bihalaalika an-haroomik, wabi fadhlika amman siwaak, Washollalloohu alaa sayyidinaa muhammadin wa alaa aalihi washohbihii wasallim adada maa-fii ilmillaahi sholaatan daa-imatan bidawaami mulkillaahi, walhamdu lillaahi robbil aalamiin.
 
 

Artinya: Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Ya Allah, yang maha mulia,yang maha pemberi dan yang maha berkuasa, Wahai Allah, limpahkanlah (berikan) rahmat takzim, salam sejahtera (shalawat dan salam) serta keberkahan kepada junjungan kami Nabi Muhammad saw sebanyak hitungan hambaMu, dan sebanyak keridhoanMu, dan seberat ArasyMu serta sejumlah kalimat-kalimatMu, Ya Allah, yang maha kaya dan maha terpuji, yang maha menakdirkan dan yang maha mengembalikan, yang maha kasihan dan maha kasih sayang, berilah aku kekayaan harta yang engkau halalkan bukan yang engkau haramkan, berilah aku kelebihan dari yang lain dengan berkah kurniaMu, Dan Semoga Allah melimpahkan rahmat dan kesejahteraan kapada junjungan kami Nabi Muhammad saw,keluarga dan sahabatnya menurut hitungan apa-apa yang ada dalam pengetahuan Allah swt.

Tawasul terlebih dahulu:
1.Ilahi Anta Maqsudi Wa-Ridhoka Matlubi Atini Mahabbataka Wa Makrifataka, Laa Haula Wala Quwwata Illa Billahil Aliyil Azhiim. Al-Faatihah
2.Biniyati liridho lillahi ta’alla wa’rohmatihi,wa’taufiqihi,wa’hidayatihi,wa’nurri subhaanahu wata’alla wabi syafa’ati Nabiyyi Muhammadin SAW Al-Faatihah
3.Al-Faatihatu ilaa hadhroti Nabiyyil musthofaa Muhammadin shallallaahu alaihi wasallam Al-Faatihah
4.Al-Faatihatu ilaa hadhroti Nabiyulloh Khidir Alayhi salam Al-Faatihah
 
Shalawat ini yang berkesinambungan dengan kerajaan Allah swt. Segala puji bagi Allah,Tuhan semesta alam
 
Manfaat dan Faedah Shalawat Miftahul Rizqi
1.Memperoleh rezeki, keberkahan dan keberuntungan yang luar biasanya.
2.Menghilangkan segala macam kesulitan hidup dan kefakiran.
3.Mendapatkan kehidupan yang lebih sejahtera dan bahagia di dunia dan akhirat.
4.Mendatangkan rezeki yang begitu luasnya dari segala penjuru dengan kemurahan Allah swt
 
Silahkan dibaca setiap sehabis sholat 11 kali atau 41 kali dan pada malam jumat 100 kali, Insya Allah berkat syafaat Rosulullah saw hidup akan lebih sejahtera dan selalu tercukupi.

SHOLAWAT SULTHON

Posted: 12/07/2014 in Amalan Sholawat
Fadhilah Sholawat Sulthon
 
 
 
Ada seorang Sulthon (Raja) yang bernama Sulthon Mahmud Al Ghaznawi. Sepanjang hidupnya Raja ini selalu menyibukkan dirinya dengan membaca shalawat kepada nabi Muhammad SAW. Setiap selesai shalat subuh, sang raja membaca shalawat sebanyak 300.000 kali. Begitu asyiknya raja membaca shalawat sebanyak itu, seolah-olah beliau lupa akan tugasnya sebagai seorang raja, yang di pundaknya tertumpu berbagai tugas negara dan berbagai macam harapan rakyatnya yang bergantung padanya. Sehingga kalau pagi tiba, sudah banyak rakyatnya yang berkumpul di istana menunggu sang raja, untuk mengadukan persoalannya.
 
Namun sang raja yang ditunggu-tunggu tidak kunjung hadir. Sebab sang raja tidak akan keluar dari kamarnya, walau hari telah siang, jika belum menyelesaikan wirid shalawatnya. Setelah kejadian ini berlangsung agak lama, pada suatu malam beliau bermimpi bertemu dengan Rasulullah SAW.
 
Di dalam mimpinya, Rasulullah SAW bertanya, “Mengapa kamu berlama-lama di dalam kamar? Sedangkan rakyatmu selalu menunggu kehadiranmu untuk mengadukan berbagai persoalan mereka.” Raja menjawab, “Saya duduk berlama-lama begitu, tak lain karena saya membaca shalawat kepadamu sebanyak 300.000 kali, dan saya berjanji tidak akan keluar kamar sebelum bacaan shalawat saya selesai.”
 
Rasulullah SAW lalu berkata, “Kalau begitu kasihan orang-orang yang punya keperluan dan orang-orang lemah yang memerlukan perhatianmu. Sekarang aku akan ajarkan kepadamu shalawat yang apabila kamu baca sekali saja, maka nilai pahalanya sama dengan bacaan 100.000 kali shalawat. Jadi kalau kamu baca tiga kali, pahalanya sama dengan 300.000 kali shalawat yang kamu baca.” Rasulullah SAW lalu membacakan lafadz shalawat yang kemudian dikenal dengan nama shalawat sulthon.
 
Akhirnya, raja Mahmud lalu mengikuti anjuran Rasulullah SAW tersebut, yaitu membaca shalawat tadi sebanyak tiga kali. Dengan cara demikian,  shalawat dapat beliau baca dan urusan negara dapat dijalankan dengan sempurna.
 
Setelah beberapa waktu mengamalkan shalawat itu, raja kembali bermimpi bertemu Rasulullah SAW. Kemudian Rasulullah SAW bertanya kepadanya, “Apa yang kamu lakukan, sehingga malaikat kewalahan menuliskan pahala amalmu?” Raja menjawab,“Saya tidak mengamalkan sesuatu, kecuali mengamalkan shalawat yang anda ajarkan kepada saya itu.”
 
inilah Solawatnya
 
 
 
 
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم
اَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ بِعَدَدِ رَحْمَةِ الله
اَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ بِعَدَدِ فَضْلِ اللهِ
اَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّد بِعَدَدِ خَلْقِ اللهِ
اَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ بِعَدَدِ مَا فِى عِلْمِ اللهِ
اَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ بِعَدَدِ كَرَمِ اللهِ
اَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ بِعَدَدِ حُرُوْفِ كَلاَمِ اللهِ
اَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ بِعَدَدِ كَلِمَاتِ اللهِ
اَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ بِعَدَدِ قَطْرِ اْلاَمْطَارِ
اَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ بِعَدَدِ وَرَقِ اْلاَشْجَارِ
اَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ بِعَدَدِ رَمْلِ اْلقِفَارِ
اَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ بِعَدَدِ اْلحُبُوبِ وَ اْلثِمَارِ
اَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ بِعَدَدِ مَا اَظْلَمَ عَلَيْهِ اللَّيْلِ وَ اَشْرَقَ عَلَيْهِ النَّهَارِ
اَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ بِعَدَدِ مَنْ صَلَّ عَلَيْهِ
اَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ بِعَدَدِ مَنْ لَمْ يُصَلَّ عَلَيْهِ
اَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ بِعَدَدِ اَنْفَاسِ اْلخَلْقِ
اَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ بِعَدَدِ لُجُُوْمِ السَمَوَاتَََِ
اَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّد بِعَدَدِ كُلٍَّ شَىْءٍ فِى الدُّنْيَا وَاْلاَخِرَةِ
وَصَلَوَاتُ اللهِ وَ مَلاَءِكَتَهُ وَ اَنْبِيَاءِهِ وَ رُسُلِهِ وَ جَمِيْعِ خَلْقِهِ عَلَى سَيِّدِ اْلمُرْسَلِيْنَ وَ اِمَامِ اْلمُتَّقِيْنَ
وَ قَاءِدِ غُرِّ اْلمُحَجِّلِيْنَ وَ شَفِيْعِ اْلمُذْنِبِيْنَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ اصْحَابِهِ وَ اَزْوَاجِهِ
وَ ذُرِّيَتِهِ وَ اَهْلِ بَيْتِهِ وَ اْلاَءِمَّةِ اْلمَضِيِّيْنَ وَ اْلمَشَاءِخِ اْلمُتَقَدِّمِيْنَ وَ الشُّهَدَاءِ وَ الصَّالِحِيْنَ
وَ اَهْلِ طَاعَتِكَ اَجْمَعِيْنَ مِنْ اَهْلِ السَّمَوَاتِ وَ اْلاَرَضِيْنَ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
وَ يَا اَكْرَمَ اْلاَكْرَمِيْنَ وَ اْلحَمْدُ للهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ وَ صَلَّ اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ وَ سَلِّمْ
 
 
“Ya Allah limpahkanlah shalawat serta salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarganya sebanyak jumlah rahmatnya Allah.
 
Ya Allah limpahkanlah shalawat serta salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarganya sebanyak jumlah keutamaan dari Allah.
 
Ya Allah limpahkanlah shalawat serta salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarganya sebanyak jumlah ciptaan Allah.
 
Ya Allah limpahkanlah shalawat serta salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarganya sebanyak jumlah apa-apa yang ada dalam pengetahuan Allah.
 
Ya Allah limpahkanlah shalawat serta salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarganya sebanyak jumlah kemuliaan dari Allah.
 
Ya Allah limpahkanlah shalawat serta salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarganya sebanyak jumlah huruf Kalamullah (Kitab-Kitab Allah).
 
Ya Allah limpahkanlah shalawat serta salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarganya sebanyak jumlah kalimat Allah.
 
Ya Allah limpahkanlah shalawat serta salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarganya sebanyak tetesan air hujan.
 
Ya Allah limpahkanlah shalawat serta salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarganya sebanyak jumlah daun-daun pepohonan.
 
Ya Allah limpahkanlah shalawat serta salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarganya sebanyak jumlah butir pasir di gurun.
 
Ya Allah limpahkanlah shalawat serta salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarganya sebanyak jumlah biji-bijian dan buah-buahan.
 
Ya Allah limpahkanlah shalawat serta salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarganya sebanyak jumlah yang dinaungi kegelapan malam dan diterangi oleh benderang siang.
 
Ya Allah limpahkanlah shalawat serta salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarganya sebanyak jumlah orang yang telah bershalawat kepadanya.
 
Ya Allah limpahkanlah shalawat serta salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarganya sebanyak jumlah orang yang belum bershalawat kepadanya.
 
Ya Allah limpahkanlah shalawat serta salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarganya sebanyak jumlah napas-napas makhluk ciptaan.
 
Ya Allah limpahkanlah shalawat serta salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarganya sebanyak jumlah apa yang ada di seluruh langit.
 
Ya Allah limpahkanlah shalawat serta salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarganya sebanyak jumlah tiap-tiap sesuatu yang ada di dalam dunia dan akhirat. Dan segenap shalawat dari Allah beserta para malaikat-Nya, dan para Nabi-Nya, dan para Rasul-Nya, dan seluruh ciptaan-Nya,
 
semoga tercurah atas junjungan para Rasul, pemimpin orang-orang yang bertaqwa, pemuka para ahli surga, pemberi syafa’at orang-orang yang berdosa, Nabi Muhammad dan juga atas keluarganya, para sahabatnya, istri-istrinya, keturunannya, ahli baitnya, para pemimpin yang telah lampau, para guru yang terdahulu, para syuhada dan orang-orang soleh, dan yang senantiasa taat kepada Allah seluruhnya, dari penghuni bumi dan langit, dengan rahmat-Mu, wahai yang Maha Pengasih dan Penyayang,
 
dan Engkau Yang Maha Mulia dari semua yang mulia, segala pujian bagi Allah Tuhan alam semesta.
 
Dan shalawat serta salam atas Nabi Muhammad beserta keluarga dan sahabatnya.”
 
 
 

 
Sumber Kitab Al-Qirtos fi Manaqib Al Attas
Sholawat Kubro (Imam Junaid Al-Bagdadi Rahimahullah)
 
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

أَلْفُ أَلْفِ صَلَاةٍ وَأَلْفُ أَلفِ سَلاَمٍ عَلَيْكَ يَا سَيِّدَ اْلمُرْسَليِنَ
Sejuta sholawat (rahmat) dan sejuta salam (keselamatan) untukmu wahai penghulu para utusan.

أَلْفُ أَلْفِ صَلَاةٍ وَأَلفُ أَلْفِ سَلاَمٍ عَلَيْكَ يَا سَيِّدَ النَّبِيِّيْنَ
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai penghulu para nabi.

أَلْفُ أَلْفِ صَلاَةٍ وَأَلْفُ أَلْفِ سَلَامٍ عَلَيْكَ يَا سَيِّدَ الصِّدِّ يْقِيْنَ
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai penghulu para shiddiqin.

ألفُ ألفِ صَلَاةٍ وَأَلْفُ أَلْفِ سَلَامٍ عَلَيْكَ يَا سَيِّدَ الرَّاکِعِيْنَ
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai penghulu orang-orang yang ruku’.

ألفُ ألفِ صَلَاةٍ وَأَلْفُ أَلْفِ سَلَامٍ عَلَيْكَ يَا سَيِّدَ اْلقَاعِدِ يْنَ
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai penghulu orang-orang yang duduk.

ألفُ ألفِ صَلَاةٍ وَأَلْفُ أَلْفِ سَلَامٍ عَلَيْكَ يَا سَيِّدَ السَّاجِدِيْنَ
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai penghulu orang-orang yang sujud.

ألفُ ألفِ صَلَاةٍ وَألفُ ألفِ سَلَامٍ عَلَيْكَ يَا سَيِّدَ الذَّاکِرِيْنَ
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai penghulu orang-orang yang berdzikir.

ألفُ ألفِ صَلَاةٍ وَألفُ ألفِ سَلَامٍ عَلَيْكَ يَا سَيِّدَ اْلمُگبِّرِيْنَ
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai penghulu orang-orang yang mengagungkan.

ألفُ ألفِ صَلَاةٍ وَألفُ ألفِ سَلَامٍ عَلَيْكَ يَا سَيِّدَ الطَّاهِرِيْنَ
Sejuta sholawat dan salam untukmu wahai pemimpin orang orang yang suci

ألفُ ألفِ صَلَاةٍ وَألفُ ألفِ سَلَامٍ عَلَيْكَ يَا سَيِّدَ الظَّاهِرِيْنَ
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai penghulu orang-orang yang Nampak

 
ألفُ ألفِ صَلَاةٍ وَألفُ ألفِ سَلَامٍ عَلَيْكَ يَا سَيِّدَ الشَّاهِدِ يْنَ
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai penghulu orang-orang yang bersaksi.
 
 
ألفُ ألفِ صَلَاةٍ وَألفُ ألفِ سَلَامٍ عَلَيْكَ يَاسَيِّدَ اْلأَوَّلِيْنَ
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai penghulu orang-orang yang terdahulu.
 
 
ألفُ ألفِ صَلَاةٍ وَألفُ ألفِ سَلَامٍ عَلَيْكَ يَاسَيِّدَ اْلأَخِرِيْنَ
Sejuta sholawat dan sejuta salam keselamatan untukmu wahai penghulu orang-orang yang akhir.
 
 
ألفُ ألفِ صَلَاةٍ وَألفُ ألفِ سَلَامٍ عَلَيْكَ يَاسَيِّدِی يَارَسُوْلُ الله
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai Junjunganku ya Rasulallah.
 
 
ألفُ ألفِ صَلَاةٍ وَألفُ ألفِ سَلَامٍ عَلَيْكَ يَانَبِيَّ الله
Sejuta sholawat dan sejuta salam keselamatan untukmu wahai Nabi Allah.
 
 
ألفُ ألفِ صَلَاةٍ وَألفُ ألفِ سَلَامٍ عَلَيْكَ يَا سَيِّدِي يَاحَبِيْبَ الله
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai junjunganku wahai kekasih Allah.
 
 
ألفُ ألفِ صَلَاةٍ وَألفُ ألفِ سَلَامٍ عَلَيْكَ يَامَنْ أَکْرَمَهُ الله
Sejuta sholawat dan sejuta salam keselamatan untukmu wahai orang yang dihormati Allah.
 
 
ألفُ ألفِ صَلاَةٍ وَألفُ ألفِ سَلَامٍ عَلَيْكَ يَا مَنْ عَظَمَهُ الله
Sejuta sholawat dan sejuta salam keselamatan untukmu wahai orang yang diagungkan Allah.
 
 
ألفُ ألفِ صَلَاةٍ وَألفُ ألفِ سَلَامٍ عَلَيْكَ يَامَنْ شَرَفَهُ الله
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai orang yang dimuliakan Allah
 
 
ألفُ ألفِ صَلَاةٍ وَألفُ ألفِ سَلَامٍ عَلَيْكَ يَامَنْ أَظْهَرَهُ الله
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai orang yang didhohirkan Allah.
 
 
ألفُ ألفِ صَلَاةٍ وَألفُ ألفِ سَلاَمٍ عَلَيْكَ يَامَنْ اِخْتَارَهُ الله
Sejuta sholawat dan sejuta salam keselamatan untukmu wahai orang yang dipilih Allah.
 
 
ألفُ ألفِ صَلَاةٍ وَألفُ ألفِ سَلَامٍ عَلَيْكَ يَامَنْ صَوَّرَهُ الله
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai orang yang dilukiskan Allah
 
 
ألفُ ألفِ صَلَاةٍ وَألفُ ألفِ سَلَامٍ عَلَيْكَ يَامَنْ عَبْدَ الله
Sejuta sholawat dan sejuta Salam untukmu wahai orang yang berbakti kepada Allah.
 
 
ألفُ ألفِ صَلَاةٍ وَألفُ ألفِ سَلَامٍ عَلَيْكَ يَا خَيْرَ خَلْقِ الله
sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai sebaik-baik makhluk Allah
 
 
ألفُ ألفِ صَلَاةٍ وَألفُ ألفِ سَلَامٍ عَلَيْكَ يَاخَاتَمَ رَسُوْلَ الله
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai penutup para utusan Allah.
 
 
ألفُ ألفِ صَلَاةٍ وَألفُ ألفِ سَلَامٍ عَلَيْكَ يَاسُلْطَانَ اْلأَنْبِيَاءِ
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai Raja para Nabi.
 
 
ألفُ ألفِ صَلَاةٍ وَألفُ ألفِ سَلَامٍ عَلَيْكَ يَابُرْهَانَ اْلأَصْفِيَاءِ
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai Hujjah para Sufi.
 
 
ألفُ ألفِ صَلَاةٍ وَألفُ ألفِ سَلَامٍ عَلَيْكَ يَامُصْطَفَی
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai manusia pilihan.
 
 
ألفُ ألفِ صَلَاةٍ وَألفُ ألفِ سَلَامٍ عَلَيْكَ يَا مُعْلَی
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai manusia yang ditinggikan.
 
 
ألفُ ألفِ صَلَاةٍ وَألفُ ألفِ سَلَامٍ عَلَيْكَ يَامُجْتَبَی
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai manusia yang dipilih.
 
 
ألفُ ألفِ صَلَاةٍ وَألفُ ألفِ سَلَامٍ عَلَيْكَ يَامُزَکَّی
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai orang yang disucikan.
 
 
ألفُ ألفِ صَلَاةٍ وَألفُ ألفِ سَلَامٍ عَلَيْكَ يَا مَکِّىُّ
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai orang Mekkah.
 
 
ألفُ ألفِ صَلَاةٍ وَألفُ ألفِ سَلَامٍ عَلَيْكَ يَا مَدَ نِيُّ
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai orang Madinah.
 
 
ألفُ ألفِ صَلَاةٍ وَألفُ ألفِ سَلَامٍ عَلَيْكَ يَاعَرَبِيُّ
Sejuta sholawat dan sejuta salam keselamatan untukmu wahai orang Arab.
 
 
ألفُ ألفِ صَلَاةٍ وَألفُ ألفِ سَلَامٍ عَلَيْكَ يَا قُرَشِيُّ
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai bangsa Quraiys.
 
 
ألفُ ألفِ صَلَاةٍ وَألفُ ألفِ سَلَامٍ عَلَيْكَ يَا هَاشِمِيُّ
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai keturunan Hasyim.
 
 
ألفُ ألفِ صَلَاةٍ وَألفُ ألفِ سَلَامٍ عَلَيْكَ يَااَبْطَحِيُّ
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai bangsa Abthahiyyah.
 
 
ألفُ ألفِ صَلَاةٍ وَألفُ ألفِ سَلَامٍ عَلَيْكَ يَازَمْزَمِيُّ
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai bangsa Zamzam.
 
 
ألفُ ألفِ صَلَاةٍ وَألفُ ألفِ سَلاَمٍ عَلَيْكَ يَا تِهَامِيُّ
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai bangsa Tihamah.
 
 
ألفُ ألفِ صَلَاةٍ وَألفُ ألفِ سَلَامٍ عَلَيْكَ يَاأُمِيُّ
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai nabi yang Ummi.
 
 
ألفُ ألفِ صَلَاةٍ وَأَلفُ ألفِ سَلَامٍ عَلَيْكَ يَا سَيِّدَ وَلَدِ أَدَمَ
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai penghulu anak Adam (manusia)
 
 
ألفُ ألفِ صَلَاةٍ وَألفُ ألفِ سَلَامٍ عَلَيْكَ يَاأَحْمَدٍ
Sejuta sholawat dan sejuta salam keselamatan untukmu wahai Nabi Ahmad.
 
 
ألفُ ألفِ صَلَاةٍ وَألفُ ألفِ سَلَامٍ عَلَيْكَ يَا مُحَمَّدٍ
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai Nabi Muhammad.
 
 
ألفُ ألفِ صَلَاةٍ وَألفُ ألفِ سَلَامٍ عَلَيْكَ يَاطَهَ
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai Nabi Thoha.
 
 
ألفُ ألفِ صَلَاةٍ وَألفُ ألفِ سَلَام ٍعَلَيْكَ يَاس
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai Nabi Yaasiin.
 
 
ألفُ ألفِ صَلَاةٍ وَألفُ ألفِ سَلَامٍ عَلَيْكَ يَا مُدَثِّر
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai orang yang berselimut.
 
 
ألفُ ألفِ صَلاَةٍ وَألفُ ألفِ سَلَامٍ عَلَيْكَ يَا صَاحِبَ اْلگوْثَرَ
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai pemilik telaga Kautsar.
 
 
ألفُ ألفِ صَلَاةٍ وَألفُ ألفِ سَلاَمٍ عَلَيْكَ يَاشَفِيْعُ يَوْمَ اْلمَحْشَرَ
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai pemberi syafa’at di padang mahsyar.
 
 
ألفُ ألفِ صَلَاةٍ وَألفُ ألفِ سَلاَمٍ عَلَيْكَ يَاصَاحِبَ التَّاجِ
Sejuta sholawat dan sejuta salam keselamatan untukmu wahai orang yang memiliki mahkota.
 
 
ألفُ ألفِ صَلَاةٍ وألفُ ألفِ سَلَامٍ عَلَيْكَ يَاصَاحِبَ اْلمِعْرَاجِ
Sejuta sholawat dan sejuta salam keselamatan untukmu wahai orang yang bermi’raj
 
 
ألفُ ألفِ صَلَاةٍ وَألفُ ألفِ سَلَامٍ عَلَيْكَ يَا سَيِّدَ اْلأَوَّلِيْنَ وَاْلأَخِرِيْنَ
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai penghulu orang-orang yang terdahulu dan kemudian.
 
 
ألفُ ألفِ صَلَاةٍ وَألفُ ألفِ سَلَامٍ عَلَيْكَ يَاسَيِّدَ اْلمُحْسِنِيْنَ
Sejuta sholawat dan sejuta salam keselamatan untukmu wahai penghulu orang yang baik-baik.
 
 
ألفُ ألفِ صَلَاةٍ وَألفُ ألفِ سَلَامٍ عَلَيْكَ يَا سَيِّدَ اْلگوْنَيْنِ وَالثَّقَلَيْنَ
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai pemimpin dunia dan akhirat, pemimpin jin dan manusia
 
 
ألفُ ألفِ صَلَاةٍ وَألفُ ألفِ سَلَامٍ عَلَيْكَ يَا صَاحِبَ اْلنَعْلَيْنَ
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai yang memiliki dua sandal.
 
 
ألفُ ألفِ صَلَاةٍ وَألفُ ألفِ سَلَامٍ عَلَيْكَ يَاسَيِّدِى يَارَسُوْلَ الله يَاخَاتِمَ اْلأَنْبِيَّاءِ وَاْلمُرْسَلِيْنَ
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai junjunganku wahai utusan Allah, wahai penutup para Nabi dan para Rasul.
 
 
ألفُ ألفِ صَلاَةٍ وَألفُ ألفِ سَلَامٍ عَلَيْكَ يَاسَيِّدِی يَانَبِيَّ الله إِلَی يَوْمِدِّ يْنَ وَاْلحَمْدُ للهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai junjunganku wahai nabi Allah hingga hari pembalasan dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam.

 

Sholawat Kubro ini dinukil dari Alfiyatusholawat yang dihimpun oleh Syaikh Muslih bin Abdurrahman Al-Muraqy, dan sholawat itu dinamakan Sholawat Kubro, menurut beliau fadhilah sholawat ini yaitu baik sekali bagi orang yang sedang menunaikan Ibadah Haji ke Mekkah dan Madinah untuk memperbanyak membaca sholawat Kubro itu di mana saja yang pantas. Lebih-lebih di waktu ziarah ke makam Rasulullah saw, maka sangat dianjurkan sekali agar segala maksud dan tujuannya yang baik dapat dikabulkan, hajinya menjadi haji yang mabrur, umrahnya menjadi umrah yang diterima oleh Allah SWT, dengan sebab berkah sholawat dan dengan sebab syafaat Nabi Muhammad saw. Shalawat ini banyak di amalkan di kalangan sufi sebagai obat penyejuk jiwa dan lambang cinta abadi kepada Rasulullah saw.

Berikut ini fadlilah Sholawat kubro:

1. Dari Sayyidina Abbas RA bahwa pada saat Rasulullah SAW sedang duduk di Masjid Nabawi datang Malaikat Jibril menghadiahkan Sholawat (Alfu Alfi Sholatin wa Alfu Alfi Salaamin’ alaika yaa sayyidal Mursaliin … dst).Kemudian Malaikat Jibril berkata “Barangsiapa membaca sholawat ini maka Allah SWT akan menciptakan 70.000 malaikat dimana setiap malaikat mempunyai 80.000 kepala dan setiap kepala mendoakan orang yang membaca sholawat tersebut. Sedangkan doa malaikat dikabulkan Allah SWT. (HR An Nasai).

2. Dalam kitab Tafrikhul Khotir Shofhah 27 susunan Syaikh Imam Ibnu Muhyiddin Al Irbili dikatakan bahwa sholawat ini diamalkan oleh Syaikh Imam Junaid Al Baghdadi Waliyulloh dan oleh Sulthonal Auliya Al Ghouts Quthbir-robbani Syaikh Muhyiddin Abdul Qodir Al Jailani Waliyulloh beliau mengamalkan sholawat ini 1000x sehari semalam ditambah Asmaul Husna dan Asma Nabi. Sehingga beliau memperoleh karunia berupa karomah/kemuliaan yang sangat tinggi dari Allah SWT.

3. Barang siapa membaca Sholawat Kubro secara rutin minimal 1x sehari semalam maka akan diberikan ketenangan dan ketentraman dalam keluarga, diberikan kecukupan rezeki (sandang pangan) dan dikabulkan semua hajat yang diinginkan.

4. Barang siapa membaca Sholawat Kubro akan diselamatkan dari 600.000 (enam ratus ribu) macam bala’ dunia dan akhirat.

5. Barang siapa membaca Sholawat Kubro secara rutin maka akan diberikan ketenteraman hati, tercapai tujuan dunia dan akhirat, selalu dipelihara Allah SWT iman dan islamnya.

6. Barangsiapa mengharap dimudahkan dapat berziarah ke tanah suci Makkah dan Madinah (Haromain Syarifain) maka hendaknya memperbanyak membaca Sholawat Kubro dengan rasa ikhlas dan mahabbah (cinta) pada Rasulullah SAW.

Syekh Yusuf bin Ismail An-Nabhani sendiri telah mencantumkan Sholawat ini di dalam kitab beliau Sa’adatud dara’in. Sholawat inilah yang sering digunakan sebagai wasilah untuk bertemu dengan Nabiyullah Khidir AS. 

Tata Caranya : 

الفاتحة…. نية…. الى روح سيدى الوالد الحبيب علوى بن احمد باحسين والحبيب احمد بن حامد الكاف والامام الشيخ بوسف بن اسماعيل النبهانى ومشاءخيه والامام محمد تقي الدين الدمشقى ورجال الغيب وارواح المقدسة واصحاب النوبة والى رئسيهم والى حضرة نبي الله خضر عليه السلام والى ضرةالنبى سيدنا محمد صل الله عليه وسلم. الفاتحة……

Al-Fatihah…( niatkan )… kepada Sayyidul Walid Al-Habib Alwi bin Ahmad Bahsin, Al-Habib Ahmad bin Hamid Al-Kaff, dan Al-Imam Yusuf bin Ismail An-Nabhaani, dan semua guru-guru beliau, dan kepada Al-Imam Shohibus sholawat Syaikh Muhammad Taqyudien Ad-Damsiq, dan semua Rijal Ghoib, dan semua arwah dari golongan mereka yang suci, juga kepada semua para ahli Taubat, dan semua pemimpin mereka. Kepada Nabi Allah Sayyidina Khidhir AS, dan kepada ke hadirat Nabi Besar Muhammad SAW. Al-Fatihah … 

Kemudian Baca Sholawat : 

اَللَّهُمَّ اِنِّى اَسْاَلُكَ بِاسْمِكَ اْلاَعْظَمِ اْلمَكْتُوْبِ مِنْ نُوْرِوَجْهِكَ اْلاَعْلَى اْلمُؤَبَّدِالدَّائِمِ اْلبَاقِى اْلمُخَلَّدْ فِى قَلْبِ نَبِيِّكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمَّدٍ ، وَأَسْأَلُكَ بِإِسْمِكَ اْلأَعْظَمِ اْلوَاحِدِ بِوَحْدَةِ الْأَحَدِ ، اَلْمُتَعَالِى عَنْ وَاحْدَةِاْلكَمِّ وَاْلعَدَدِ اْلمُقَدَّسِ عَنْ كُلِّ اَحَدٍ وَبِحَقِّ ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ قُلْ هُوَاللهُ اَحَدً اللهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًّااَحَدٌ ، اَنْ تُصَلِّيَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ سِرِّ حَيَاةِاْلوُجُوْدِ وَالسَّبَبِ اْلاَعْظَمِ لِكُلِّ مَوْجُوْدِ ، صَلَاةً تُثَبِّتُ فِى قَلْبِى اْلاِيْمَانِ وَتُحَفِظُنِى اْلقُرْاَنَ وَتُفَهِمُنِى مِنْهُ اْلاَيَاتِ وَتَفْتَحُ لِى بِهَا نُوْرَاْلجَنَّاتِ وَنُوْرَالنَّعِيْمِ وَنُوْرَالنَّظَرِ اِلَى وَجْهِكَ اْلكَرِيْمِ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمَ

ارتي : 

`Ya Allah aku mohon kepadaMu dengan AsmaMu yang Agung, yang tertulis dari cahaya wajahMU yang maha Tinggi dan maha Besar, yang kekal dan abadi, di dalam kalbu Rasul dan NabiMU Muhammad SAW.Aku memohon dengan AsmaMU yang Agung dan Tunggal dengan kesatuan yang manunggal, yang Maha Agung dari kesatuan jumlah, dan maha Suci dari setiap sesuatu, dan dengan hak BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIIM. QULHUALLAHU AHAD. ALLAHUSSHOMAD. LAM YALID WALAM YULAD WALAM YAKUL LAHU KUFUWAN AHAD. Semoga Engkau limpahkan shalawat kepada junjungan kami Muhammad SAW, rahasia kehidupan yang ada, sebab terbesar bagi semua yang ada, dengan shalawat yang menetapkan iman dalam dadaku, dan mendorongku agar menghapalkan Alquran, dan memberikan pemahaman padaku akan ayat-ayatnya, membukakan padaku dengannya cahaya surga dan cahaya nikmat, serta cahaya pandangan kepada wajahMu yang Mulia, juga kepada keluarga dan para sahabatnya.Limpahkan pula salam sejahtera padanya.` 

As-syekh Al-Arif Al-Imam As-sayyidi Muhammad Taqiuddin Ad-Damsyiq ( Shahib Aqidatul Ghaib wa Thariq Rijalul Ghaib Qodasallahu Sirrohu wa Nafa`na bihi.Amin ) Tertulis dalam kitab Saadatud Dara`in karya Syekh Yusup bin Ismail An-Nabhani.Dalam satu risalahnya tentang Ismul A`dhom disebutkan faedah tasarruf dengan shalawat ini mengandung rahasia luar biasa, antara lain : 

1. Jika di baca 100 x tiap hari akan mendapatkan kedudukan wali dari Auliya Allah. 

2. Apabila di baca 1000 x tiap hari, engkau akan dapat memberi nafkah secara ghaib.Dengan kata lain bila ada keperluan masukkanlah tanganmu kedalam satu, maka akan engkau dapatkan yang engkau perlukan. 

3. Untuk membinasakan orang zholim, di baca pada malam sabtu 1000x maka engkau akan melihat keajaibannya, kebinasaannya.( hati-hati jangan sembarangan, bisa kena diri sendiri ) 

4. Untuk mencegah perampok dan musuh yang banyak, ambillah segenggam tanah dari bawah telapak kaki sebelah kiri, bacakan shalawat ini 7 x, tiupkan pada tanah tersebut ( dijampikan ) dan lemparkan ke arah di mana musuh/perampok berada, akan terjadi kebinasaan pada mereka seketika.

5. Untuk mengembalikan barang hilang dan melunasi hutang, bacalah tiap hari 7 x.Tiap mulai satu kali di niatkan pahala yang engkau baca di hadiahkan ke Hadratun Rasulullah, keluarganya, sahabatnya, serta pada Rijalul Ghaib dan Ashaabun Naubah dan kepada pemimpin mereka. Dan berniat bila hajatmu tercapai engkau bersedekah dengan makanan dan pahalanya untuk mereka. Atau kau dapat memberi makan orang miskin sebagai terima kasih kepada Allah karena barokah merekalah dan shalawat ini sehingga hajatmu tercapai.Insya Allah. 

6. Untuk sakit kepala, demam, sakit mata, migran ( sakit kepala sebelah ) di bacakan pada air mawar 7 x dan di minumkan pada si sakit.Insya Allah sembuh ! 

7. Untuk melancarkan air susu bagi manusia atau hewan ternak, ambil air dari mata air ( sumur ) baca shalawat ini 7 x di usapkan pada teteknya dan diminum, maka air susunya akan banyak.Insya Allah. 

8. Untuk kencing tersumbat ( kencing batu ) dan wanita yang akan melahirkan ( susah melahirkan ) dibacakan seperti diatas. 

9. Untuk sesak nafas, medu, rasa takut, sering mimpi yang tidak enak/menakutkan, masuk angin, sakit dada, TBC, sulit tidur bikinlah air jampian seperti tadi dan di kerjakan / di minum MALAM HARI. 

10. Di baca untuk perempuan/laki-laki agar cepat menemukan jodohnya, di bikin air diminumkan pasti banyak yang menyukainya dan cepat menemukan jodohnya. Sudah dibuktikan !! 

11. Bila di dawamkan/rutin dibaca 100 x setiap hari selama 40 hari, engkau akan menjadi seorang Arif mungkin Kasyaf. 

12. Untuk wanita yang menginginkan anak/mandul dibaca di air seperti di atas pada MALAM JUM`AT dan di minumkan kemudian di campur oleh suaminya pada malam itu juga, dia akan hamil, Insya Allah yang telah di coba pada air untuk di minumkan dan di mandikan.

DOA HIZIB NASHR

Pendahuluan :

Sebelum membaca Hizib Nashr, hendaknya membaca bacaan berikut ini :

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. تَحَصَّنْتُ بِذِى الْمُلْكِ وَالْمَلَكُوتِ, وَاعْتَصَمْتُ بِذِى الْعِزَّةِ وَالْجَبَرُوتِ, وتَوَكَّلْتُ عَلَى الْمُلْكِ الْحَيِّ الْقَيُّومِ الحَلِيْمِ الَّذِى لاَ يَنَامُ وَلاَ يَمُوتُ, دَخَلْتُ فِى حِرْزِ اللهِ, دَخَلْتُ فِى حِفظِ اللهِ, وَ دَخَلْتُ فِى أَمَانِ اللهِ, بِحَقِّ كهيعص كُفِيْتُ, وبحمعسق حُمِيْتُ, وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ العَلِيِّ العَظِيْمِ.

Tahash-shantu bidzil mulki walmalakuut, wa’ta-shamtu bidzil ‘izzati wal jabaruut, watawakkaltu ‘alal malikil hayyil qayyuumil haliimil ladzii laa yanaamu walaa yamuut, dakhaltu fii hirzillaah, dakhaltu fii hifzhillaah, wa dakhaltu fii amaa-nillaah, bihaqqi kaaf haa yaa ‘aiin shaad kufiitu, wabi haa miim ‘aiin siin qaaf humiitu, walaa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiim.

“Dengan menyebut asma’ Allah Yang Maha Penyayang lagi Maha Pengasih. Aku berbenteng kepada Tuhan Yang memiliki kerajaan dan kekua-saan; aku berpegangn teguh pada Yang memiliki kemuliaan dan kekuasaan; aku bertakawakkal kepada Sang Raja Yang Hidup Abadi lagi Terus Menerus mengurus makhluk-Nya, Yang Maha Penyantun, Yang tak pernah tidur dan tidak mengenal mati. Aku masuk kedalam penjagaan Allah. Aku masuk kedalam Pemeliharaan Allah. Aku masuk kedalam Penga-manan Allah. Berkat kebenaran kaaf haa yaa ‘aiin shaad aku dijaga dan berkat haa miim ‘aiin siin qaaf akudilindungi. Tiada daya dan tiada kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.

BACAAN HIZIB NASHR :

وَقَالَ مُوسَى إِنِّي عُذْتُ بِرَبِّي وَرَبِّكُمْ مِنْ كُلِّ مُتَكَبِّرٍ لاَ يُؤْمِنُ بِيَوْمِ الْحِسَابِ. اللّهُمَّ بِسَطْوَةِ جَبَرُوتِ قَهْرِكَ, وَبِسُرْعَةِ إغَاثَةِ نَصْرِكَ, وَبِغَيْرَتِكَ ِلانْتِهَاكِ حُرْمَاتِكَ, وَبِحِمَايَتِكَ لِمَنِ احْتَمَى بِآيَاتِكَ, نَسْئَلُكَ يَا أللهُ يَا أللهُ يَا أللهُ يَا سَمِيْعُ يَاقَرِيْبُ يَامُجِيْبُ يَاسَرِيْعُ, يَامُنْتَقِمُ يَاقَهَّارُ, يَاشَدِيْدَ الْبَطْشِ يَاجَبَّارُ, يَاعَظِيْمَ الْقَهْرِ, يَامَنْ لاَيُعْجِزُهُ قَهْرُالجَبَابِرَةِ, وَلاَ يَعْظُمُ عَلَيْهِ هَلاَكُ الْمُتَمَرِّدَةِ, مِنَ الْمُلُوْكِ وَاْلأَكَاسِرَةِ, وَاْلأَعْدَاءِ الْفَاجِرَةِ, أَسْئَلُكَ أَنْ تَجْعَلَ كَيْدَ مَنْ كاَدَنَا فِى نَحْرِهِ, وَمَكْرَ مَنْ مَكَرَ بِنَا عَائِدًا عَلَيْهِ, وَحُفْرَةَ مَنْ حَفَرَلَنَا حُفْرَةً وَاقِعًا فِيْهَا, وَمَنْ نَصَبَ لَنَا شَبَكَةَ الْخِدَاعِ, اِجْعَلْهُ يَاسَيِّدِى مُسَاقًا إِلَيْهَا, وَمُصَادًا فِيْهَا وَأَسِيْرًا لَدَيْهَا.

Waqaala muusaa innii ‘udztu birabbii warab-bikum min kulli mutakabbirin laa yukminu biyaumil hisaab. Alloohumma bisathwati jaba-ruuti qahrik, wabisur’ati ighaa-tsati nashrik, wabighairatika lintihaaki hurumaa-tik, wabihi-maayatika limanih-tamaa bi aayaatik, nas-aluka yaa Allooh, yaa Allooh, yaa Allooh, yaa samii’u yaa qariibu yaa mujiibu yaa sarii’u yaa muntaqimu yaa qahhaar, yaa syadiidal bathsyi yaa jabbaar, yaa ‘azhiimal qahri yaa man laa yu’jizuhuu qahrul jabaabirah, walaa ya’zhumu ‘alaihi halaakul mutamarridah, minal muluuki wal akaasirah, wal a’daa-il faajirah. As-aluka antaj’ala kaida man kaadanaa fii nahrih, wa makra man makara binaa ‘aa-idan ‘alaiih, wahufrata man hafara lanaa hufratan waaqi’an fiihaa, waman nashaba lanaa syabakatal khi-dzaa’, ij’al-hu yaa sayyidii musaaqan ilaihaa, wamushaadan fiihaa wa asiiran ladaihaa.

“Dan Musa berkata: “Sesungguhnya aku berlindung kepada Tuhanku dan Tuhanmu dari setiap orang yang menyombongkan diri yang tidak beriman kepada hari berhisab”. (QS al-Mukmin : 27).
Yaa Allah! Ddengan perantaraan kekuatan kekua-saan penaklukan-Mu; dengan perantaraan kece-patan datangnya pertolongan-Mu; dengan peranta-raan kecemburuan-Mu bagi pelanggaran terhadap larangan-larangan-Mu; dengan perantaraan perlin-dungan-Mu terhadap orang yang memohon perlindungan dengan ayat-ayat-Mu, kami memohon kepada-Mu, Ya Allah, Ya Allah, Ya Allah, Yaa Sami’ (Wahai Yang Maha Mendengar), Ya Qariib (Maha Dekat), Ya Mujib (Pengabul doa), Ya Sari’ (Maha Cepat), Ya Muntaqimu (Penuntut Balas), ya Qahhar (Maha Perkasa), wahai Yang Keras siksaan-Nya, wahai Maha Kuasa, wahai Yang Agung penundukan-Nya, wahai Dzat Yang penaklukan para penguasa tidak mampu melumpuhkan-Nya dan tidak sulit atas-Nya menghancurkan orang yang durhaka dari kalangan para raja, kaisar dan musuh yang kurangajar. Aku memohon kepada-Mu, kiranya Engkau jadikan persekongkolan orang yang bermaksud jahat kepada kami mengakibatkan ia terbantai sendiri, (jadikan) kemakaran orang yang makar kepada kami kembali kepada dirinya, (Jadikan) galian orang yang menggali lubang untuk kami membuatnya jatuh sendiri kedalamnya. Dan orang yang memasang jaring tipuan kepada kami, jadikan ia, wahai Tuhanku, terjerumus kedalamnya, binasa didalamnya dan menjadi tawanannya.

اللَّهُمَّ بِحَقِّ كهيعص كهيعص كهيعص إِكْفِنَا هَمَّ الْعِدَا, وَلَقِّهِمُ الرَّدَى, وَاجْعَلْهُمْ لِكُلِّ حَبِيْبٍ فِدَا, وَسَلِّطْ عَلَيْهِمْ عَاجِلَ النِّقْمَةِ فِى الْيَوْمِ وَاْلغَدَا,

Alloohumma bihaqqi kaaf haa yaa ‘aiin shaad, kaaf haa yaa ‘aiin shaad, kaaf haa yaa ‘aiin shaad, ikfinaa hammal ‘idaa, walaqqihimur-radaa, waj’alhum likulli habiibin fidaa, wasallith ‘alaihim ‘aajilan-niqmati fil yaumi wal ghadaa.

Ya Allah! Berkat kebenaran Kaaf haa yaa ‘aiin shad (3x) tolonglah kami dari maksud/rencana musuh. Lemparkan mereka kedalam kebinasaan. Jadikan mereka sebagai korban bagi setiap orang yang dicintainya. Kuasakan atas mereka segera menda-patkan balasan pada hari ini dan esok.

اللّهُمَّ بَدِّدْ شَمْلَهُمْ وَفَرِّقْ جَمْعَهُمْ, اللّهُمَّ أَقْلِلْ عَدَدَهُمْ, اللّهُمَّ فُلَّ حَدَّهُمْ, اللّهُمَّ أجْعَلِ الدَّائِرَةِ عَلَيْهِمْ, اللّهُمَّ أَرْسِلِ الْعَذَابَ إِلَيْهِمْ,

Alloohumma baddid syamlahum wafarriq jam’a-hum. Alloohumma aqlil ‘adadahum. Alloohumma fulla haddahum. Alloohummaj’alid-daa-irata ‘alai-him. Alloohumma arsilil ‘adzaaba ilaihim.

Ya Allah! Cerai beraikan persatuan mereka dan pisah-pisahkan jamaah/organisasi mereka. Ya Allah! Sedikitkan jumlah mereka. Ya Allah! Buatlah batas-batas (barisan) mereka menjadi kocar kacir. Ya Allah! Jadikan lingkaran/melapetaka atas mereka. Ya Allah! Turunkan azab siksaan kepada mereka.

اللَّهُمَّ أَخْرِجْهُمْ عَنْ دَائِرَةِ الْحِلْمِ وَاللُّطْفِ, وَاَسْلُبْهُمْ مَدَدَ اْلإِمْهَالِ, وَغُلَّ أَيْدِيَهُمْ إِلَى أَعْنَاقِهِمْ, وَارْبُطْ عَلَى قُلُوبِهِمْ, وَلاَ تُبَلِّغْهُمُ اْلآمَالَ,
Alloohumma akhrijhum ‘an daa-iratil hilmi walluthfi, waslubhum madadal imhaali, waghulla aidiyahum ilaa a’naaqihim, warbuth ‘alaa qu-luubihim, walaa tuballighhumul aamaal.

Ya Allah!Usirlah mereka dari kawasan sifat Penyantun dan Kelamahlembutan-Mu. Rampaslah dari mereka bantuan keramahan. Kuncilah tangan-tangan mereka pada leher-lehernya dan ikatlah pada hati-hati mereka, serta jangan sampaikan/sukseskan angan-angan mereka.

اللَّهُمَّ قَلِّبْ تَدْبِيْرَهُمْ, وَقَرِّر تَدْمِيْرَهُمْ, وَاقْطَعْ دَابِرَهُمْ, وَخُذْهُمْ أَخْذَ عَزِيْزٍ مُقْتَدِرٍ,

Alloohumma qallib tadbiirahum, waqarrir tadmii-rahum, waqtha’ daabirahum, wakhudz-hum akh-dza ‘aziizin muqtadir.

Ya Allah! Ubahlah langkah mereka, tentukan penghancuran terhadap mereka, berantaslah mereka, dan siksalah mereka dengan siksaan yang sangat pedih.

اللّهُمَّ مَزِّقْهُمْ كُلَّ مُمَزَّقٍ مَزَّقْتَهُ لأَعْدَائِكَ, إِنْتِصَارًا ِلأَنْبِيَائِكَ وَرُسُلِكَ وَأَوْلِيَائِكَ,

Alloohumma mazziqhum kulla mumazzaqin mazzaqtahuu li-a’daa-ika, intishaaran li-anbiyaa-ika warusulika wa auliyaa-ika.

Ya Allah! Cabik-cabiklah mereka, sebagaimana Engkau mencabik-cabik para muruh-Mu untuk membantu para Nabi, Rasul dan auliya’-Mu.

اَللَّهُمَّ انْتَصِرْلَنَا اِنْتِصَارَكَ ِلأَحْبَابِكَ عَلَى أَعْدَائِكَ (3×).

Alloohummantashir lanantishaaraka li-ahbaabi ka ‘alaa a’daa-ika (Dibaca 3 x).

Ya Allah! Menangkanlah kami, seperti kemenangan yang Engkau berikan kepada para kekasih-Mu.

اللَّهُمَّ لاَ تُمَكِّنِ اْلأَعْدَاءَ فِيْنَا وَلاَمِنَّا, وَلاَ تُسَلِّطْهُمْ عَلَيْنَا بِذُنُوبِنَا (3×),

Alloohumma laa tumakkinil a’daa-a fiinaa walaa minnaa, walaa tusallith-hum ‘alainaa bidzunuu-binaa (Dibaca 3 x).

Ya Allah! Jangan Engkau kokohkan para musuh pada kami dan dari kami dan jangan Engkau berikan kekuasaan pada mereka untuk menguasai kami disebabkan dosa-dosa kami.

حم حم حم حم حم حم حم. حُمَّ اْلأَمْرُ وَجَاءَ النَّصْرُ فَعَلَيْنَا لاَ يُنْصَرُونَ (7×).

Haamiim, Haamiim, Haamiim, Haamiim, Haa-miim, Haa miim, Haa miim. Hummal-amru wa jaa-annashru fa’alainaa laa yunsharuun (7x).

Haa miim (7x). Telah ditakdirkan suatu urusan dan telah datang pertolongan, sehingga mereka tidak mampu mengalahkan kami.

حمعسق حِمَايَتُنَا مِمَّا نَخَافُ, اَللَّهُمَّ بِحَقِّ طَهَ وَقَافِ, وَسُورَةِ اْلأَحْقَافِ, بِلُطْفِكَ يَاخَفِيَّ اْلأَلْطَافِ, نَجِّنَا مِمَّا نَخَافُ,

Haa miim ‘aiin siin qaaf himaayatunaa mimmaa nakhaafu. Alloohumma bihaqqi thaahaa wa qaaf wa suuratil-ahqaaf, biluthfika yaa khafiyyal al-thaaf, najjinaa mimmaa nakhaaf.

Haa miim ‘aiib siin qaaf adalah perlindungan kami dari apa saja yang kami takuti. Ya Allah! Berkat Thaha, Qaf dan surat al-Ahqaf, berkat kelemah-lembutan-Mu, wahai Yang Samar kelemah lembutannya, Selamatkan kami dari apa saja yang kami takuti.

اللّهُمَّ قنِاَ شَرَّ اْلأَسْوَى, وَلاَ تَجْعَلْنَا مَحَلاًّ لِلْبَلْوَى, اللّهُمَّ أَعْطِنَا أَمَلَ الرَّجَاءِ وَ فَوْقَ اْلأَمَلِ,

Alloohumma qinaa syarral aswaa, walaa taj’a-lnaa mahallan lilbalwaa. Alloohumma a’thinaa amalar-rajaa-i wafauqal amal.

Ya Allah Lindungi kami dari kejahatan yang paling buruk dan jangan Engkau jadikan kami sebagai tempat sasaran balak-bencana. Ya Allah! Anugerahilah kami pengharapan dan di atas harapan.

يَاهُوَ يَاهُوَ يَاهُوَ, يَامَنْ بِفَضْلِهِ لِفَضْلِهِ نَسْئَلُكَ, إِلَهِى الْعَجَلَ الْعَجَلَ الْعَجَلَ, إِلَهِى اْلإِجَابَةَ اْلإِجَابَةَ اْلإِجَابَةَ,

Yaa huu, Yaa huu, Yaa huu, Yaa man bifadhlihii lifadhlihii nas-al, ilaahil’ajalal ‘ajal, ilaahil ijaabatal ijaabatal ijaabah.

Wahai Dia, wahai Dia, wahai Dia! Wahai Dzat yang dengan kelebihan-Nya bagi kelebihan-Nya, kami memohon, wahai Tuhanku, segera (kabulkan), segera (kabulkan), segera (kabulkan). Tuhanku, semoga terkabul, semoga terkabul, semoga terkabul.

يَامَنْ أَجَابَ نُوحًا فِى قَوْمِهِ, يَامَنْ نَصَرَ إِبْرَاهِيْمَ عَلَى أَعْدَائِهِ, يَامَنْ رَدَّ يُوسُفَ عَلَى يَعْقُوبَ, يَامَنْ كَشَفَ الضُّرَّ عَنْ أَيُّوبَ, يَامَنْ أَجَابَ دَعْوَةَ زَكَرِيَّا, يَامَنْ قَبِلَ تَسْبِيْحَ يُونُسَ ابْنِ مَتَّى,

Yaa man ajaaba nuuhan fii qaumih. Yaa man nashara Ibraahiima ‘alaa a’daa-ih. Yaa man radda yuusufa ‘alaa ya’quub. Yaa man kasyafadh-dhurru ‘an ayyuub. Yaa man ajaaba da’wata zakariyyaa. Yaa man qabila tasbiiha yuunusabni matta.

Wahai Dzat Yang mengabulkan doa Nabi Nuh dalam masalah kaummnya. Wahai Tuhan Yang menolong Nabi Ibrahim atas para musuhnya. Wahai Tuhan Yang mengembalikan Nabi Yusuf kedalam pangkuan Nabi Ya’qub. Wahai Tuhan Yang menghilangkan penderitaan (bahaya) dari Nabi Ayyub. Wahai Tuhan Yang mengabulkan doa Nabi Zakariyya. Wahai Tuhan Yang menerima tasbihnya Nabi Yunus bin Matta.

نَسْئَلُكَ اللَّهُمَّ بِأَسْرَارِ أَصْحَابِ هَذِهِ الدَّعَوَاتِ الْمُسْتَجَابَاتِ, أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنَّا مَابِهِ دَعَوْنَا, وَأَنْ تَعْطِيَنَا مَاسَأَلْنَاكَ, أَنْجِزْ لَنَا وَعْدَكَ الَّذِى وَعَدْتَهُ لِعِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ, بِالنَّصْرِ وَالظَّفَرِ وَالْفَتْحِ الْمُبِيْنَ, لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّى كُنْتَ مِنَ الظَّالِمِيْنَ,

Nas-alukalloohumma bi-asraari ashhaabi haadzihid-da’awaatil musta-jaabaat, an tataqab-bala minnaa maa bihii da’aunaaka, wa an tu’thiyanaa maa sa-alnaaka, anjiz lanaa wa’dakalladzii wa’adtahuu li’ibaa-dikas-shaali-hiin, binnashri wazh-zhafari walfat-hil mubiin. Laa ilaaha illaa anta sub-haanaka innii kuntu minazh-zhaalimiin.

Kami memohon kepada Engkau, Ya Allah, dengan perantaraan berbagai rahasia para pendoa yang terkabul tersebut, kiranya Engkau menerima dari kami apa saja yang kami mintakan kepada-Mu dan kiranya Engkau memberikan kepada kami apa saja yang kami mohonkan kepada-Mu. Wujudkan untuk kami janji-Mu yang telah Engkau janjikan kepada para hamba-Mu yang shalih, janji berupa bantuan, pertolongan dan kemenangan yang gemilang. Tiada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau. Aku sungguh termasuk golongan orang-orang yang zhalim.

إِنْقَطَعَتْ آمَالُنَا وَعِزَّتِكَ إلاَّ مِنْكَ, وَخَابَ رَجَاؤُنَا وَحَقِّكَ إلاَّ فِيْكَ (3×)

Inqatha’at aamaalunaa wa’izzatika illaa minka, wakhaaba rajaa-unaa wahaqqika illaa fiika (3 x).
Terputus angan-angan kami, Demi Kemuliaan-Mu, selain yang berasal dari-Mu. Gagal harapan kami, Demi Hak-Mu, selain yang ada pada-Mu.

إِنْ أَبْطَأَتْ غَارَةَ اْلأَرْحَامِ وَابْتَعَدَتْ *
فَأَقْرَبُ الشَّيْئِ مِنَّاغـَارَةُ الَّلهِ

In abtha-at ghaaratul arhaami wabta’adat * Fa-aqrabus-syai-i minna ghaaratullooh

Jika terlambat dan menjadi jauh pasukan kerabat, maka sesuatu yang paling dekat dari kami adalah pasukan Allah.

يَاغَارَةَ اللهِ جِدِّى السَيْرَ مُسْرِعـَةً *
فىِ حَلِّ عُقْدَتِنَا يَاغَـارَةَ اللهِ
عَدَتِ الْعَـادُونَ وَجـــَارُوا *
وَرَجــَوْنَا اللهَ مُجِــيْرًا
وَكَــــفَى بِاللهِ وَلِـــيًّا *
وَكَـــفَى بِاللهِ نَصِـيْرًا

Yaa ghaaratalloohi jiddis-saira musri’atan * Fii halli ‘uqdatinaa yaa ghaaratallooh.
‘Adatil ‘aaduuna wajaaruu * Warajaunallooha mujiiraa.
Wakafaa billaahi waliyyaa * Wakafaa billaahi nashiiraa.

Wahai Pasukan Allah, bergegas-gegaslah bergerak secara cepat, didalam mengurai tali simpul kami, wahai pasukan Allah
Telah kembali dan berlari orang-orang yang kembali, dan kami berharap kepada Allah sebagai orang yang lari.
Cukuplah Allah sebagai Pelindungku. Dan cukup Allah sebagai Penolongku.

يَاوَاحِدُ يَاعَلِىُّ يَاحَلِيْمُ, وَحَسْبُنَا الَّلهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ, وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِالَّلهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ, سَلاَمٌ عَلَى نُوحٍ فِى الْعَالَمِيْنَ, إِسْتَجِبْ لَنَا آمِيْن آمِيْن آمِيْن.

Yaa waahidu yaa ‘aliyyu yaa haliimu, hasbunalloohu wani’mal wakiil. Walaa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiim. Salaamun ‘alaa nuhin fil ‘aalamiin. Istajib lanaa aamiin aamiin aamiin.

Wahai Yang Maha Esa, wahai Yang Maha Tinggi, wahai Yang Maha Penyantun! Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung. Tiada daya dan tiada kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah. Salam sejahtera atas Nabi Nuh di alam semesta. Kabulkan doa kami. Amin. Amin. Amin

فَقُطِعَ دَابِرُ الْقَوْمِ الَّذِينَ ظَلَمُوا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ. وَصَلىَّ اللَّهُ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ, وَعَلَىآلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

Faquthi’a daabiral qaumilladziina zhalamuu fa-ashbahuu laa yuraa illaa masaakinuhum, walham-dulillaahi rabbil ‘aalamiin. Wa shallalloohu ‘alaa sayyidinaa muhammadin sayyidil mursaliin, wa’alaa aalihii washahbihii ajma’iin.

Maka orang-orang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Sehingga jadilah mereka tidak diperlihatkan selain tempat-tempat tinggal mereka Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
Semoga Allah melimpahkan rahma ta’zhim kepada junjungan kami, Muhammad yang menjadi penghulu para Rasul, beserta keluarga dan sahabatnya seluruhnya.

اللّهُمَّ أَنْتَ تَعْلَمُ أَعْدَائَنَا عَدَدًا, فَبَدِّدْ شَمْلَهُمْ بِدَدًا, وَلاَ تُبْقِ مِنْهُمْ أَحَدًا, إِنَّكَ أَنْتَ الْبَاقِى سَرْمَدًا.

Alloohumma anta ta’lamu a’daa-anaa ‘adadaa, fabaddid syamlahum bidadaa, wala tubqi minhum ahadaa, innaka antal baaqii sarmadaa.

Ya Allah! Engkau mengetahui pusuh-musuh kami berbilang-bilang, cerai beraikan persatuan mereka dengan sungguh-sungguh dan jangan Engkau sisakan dari mereka seorang pun, karena Engkau adalah Dzat Yang Maha Kekal abadi.

وَمَكَرُوا مَكْرًا وَمَكَرْنَا مَكْرًا وَهُمْ لاَ يَشْعُرُونَ. فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ مَكْرِهِمْ أَنَّا دَمَّرْنَاهُمْ وَقَوْمَهُمْ أَجْمَعِينَ. فَتِلْكَ بُيُوتُهُمْ خَاوِيَةً بِمَا ظَلَمُوا.

Wamakaruu makran wamakarnaa makran wa hum laa yasy’uruun. Fanzhur kaifa kaana ‘aaqi-batu makrihim annaa dammarnaahum wa qauma-hum ajma’iin. Fatilka buyuutuhum khaawiyatan bimaa zhalamuu.

Dan merekapun merencanakan makar dengan sungguh-sungguh dan Kami merencanakan makar (pula), sedang mereka tidak menyadari. Maka perhatikanlah betapa sesungguhnya akibat makar mereka itu, bahwasanya Kami membinasakan mereka dan kaum mereka semuanya. Maka itulah rumah-rumah mereka dalam keadaan runtuh disebabkan kezaliman mereka. (QS an-Naml : 50).

تُدَمِّرُ كُلَّ شَيْءٍ بِأَمْرِ رَبِّهَا فَأَصْبَحُوا لاَ يُرَى إِلَّا مَسَاكِنُهُمْ .

Tudammiru kulla syai-in bi-amrirabbihaa fa-ashbahuu laa yuraa illaa masaakinuhum.

Yang menghancurkan segala sesuatu dengan perintah Tuhannya, maka jadilah mereka tidak ada yang kelihatan lagi kecuali (bekas-bekas) tempat tinggal mereka. (QS al-Ahqaf : 25).

فَهَلْ تَرَى لَهُمْ مِنْ بَاقِيَةٍ. وَهِيَ خَاوِيَةٌ عَلَى عُرُوشِهَا. فَقُطِعَ دَابِرُ الْقَوْمِ الَّذِينَ ظَلَمُوا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.

Fahal taraa lahum min baaqiyah. Wahiya khaawiyatun ‘alaa ‘uruu-syihaa. Faquthi’a daabirul qaumilladziina zhalamuu walhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin.

Maka kamu tidak melihat seorangpun yang tinggal di antara mereka. (QS al-Haaqqah : 8).
Maka orang-orang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. (QS al-An’am : 45).

PENJELASAN :

Hizib di atas dibaca sekali atau tiga kali setelah sebelumnya didahului membaca hasbanah: Hasbunalloohu wa ni’mal wakiil sebanyak 450 x.
Jika menghadapi problem atau masalah yang serius, penting dan mendesak, Hizib di atas dapat dibaca sampai 41 kali, setelah sebelumnya membaca Hasbanah sepeerti di atas.
Demikian pula sewaktu menghadapi persoalan dan urusan sangat penting, serius dan mendesk, bacalah Hasbanah 100x, lalu membaca hizib Nashr 3x, lalu membaca Hasbanah lagi 100 x, diteruskan bacaan hizib 3 x. Begitu seterusnya sampai Hasbanah dibaca sebanyak 1000 x dan Hizib menjapai jumlah 30 x.
Sebelum mengamalkan hizib ini, hendaknya didahului dengan bacaan : 1) Istighfar, 2) Shalawat Nabi