SEBUAH FAEDAH

Posted: 01/11/2014 in Uncategorized

Sebuah Faedah

Dikatakan oleh Asy-Syeikh Al-Bujairimiy dari As-Sayyid Ahmad Zarruq: “Diriwayatkan dalam sebuah hadits bahwa barangsiapa yang membaca antara terbit fajar dengan salat fardhu subuh bacaan berikut:

سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ، سُبْحَانَ مَنْ يَمُنُّ وَلاَ يُمَنُّ عَلَيْهِ، سُبْحَانَ مَنْ يُجِيْرُ وَلاَ يُجَارُ عَلَيْهِ، سُبْحَانَ مَنْ لاَ يُبْرَأُ مِنَ الْحَوْلِ وَالْقُوَّةِ إِلاَّ إِلَيْهِ، سُبْحَانَ مَنِ التَّسْبِيْحُ مِنَّةً مِنْهُ عَلَى مَنِ اعْتَمَدَ عَلَيْهَ، سُبْحَانَ مَنْ يُسَبِّحُ كُلُّ شَيْءٍ بِحَمْدِهِ، سُبْحَانَكَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ يَا مَنْ يُسَبِّحُ لَهُ الْجَمِيْعُ تَدَارَكْنِيْ بِعَفْوِكَ فَإِنِّيِ جَزُوْعٌ.

Artinya: Maha Suci Allah Yang Maha Agung dan bagi-Nya segla puji, Maha Suci Allah Dzat Yang Maha Memberi dan tidak diberi, Maha Suci Allah Dzat Yang menolong dan tidak ditolong, Maha Suci Allah Dzat Yang tidak daya upaya dan kekuatan hanya dari-Nya, Maha Suci Allah Dzat Yang mana tasbih merupakan pemberian dari-Nya kepada orang yang selalu berpegang kepada-Nya, Maha Suci Allah Dzat Yang mana segala sesuatu bertasbih dengan memuji-Nya, Maha Suci Engkau yang mana tiada Tuhan selain Engkau, wahai Dzat Yang mana segala sesuatu bertasbih kepada-Nya, selamatkanah aku dengan maaf-Mu, sebab aku adalah makhluk yang sering berkeluh-kesah.

Kemudian ia beristighfar / memohon ampun 100 kali (dengan kalimat Astaghfirulloh atau Astaghfirullohal ‘Azhiim atau semacamnya), maka tidaklah sampai 40 hari kecuali dunia dan segala isinya akan datang kepadanya dengan izin Allah[4]. Semua itu dengan syarat taqwa kepada Allah dan keyakinan yang kuat kepada kekuasaan Allah. Yakni melaksanakan segala perintah-Nya (baik yang wajib maupun yang sunnah) dan meninggalkan segala larangan-Nya (baik yang haram maupun yang makruh).

[4] Dikutip dari kitab Marooqil ‘Ubuudiyyah karya Asy-Syekh Nawawi Al-Banteniy Al-Jaawiy, yang merupakan syarah / komentar atas kitab Bidaayatul Hidaayah karya Al-Imam Al-Ghozaliy, halaman 26.

DOA NABI KHIDIR.AS.

Posted: 01/11/2014 in Uncategorized

دُعَاءُ الْفَرَجِ أَو دُعَاءُ الخَضِرِ عليه السلام

Doa Kelapangan atau Doa Nabi Khidhir

– semoga salam tetap terlimpah atas beliau[2] –

َاللَّهُمَّ كَمَا لَطَفْتَ فِيْ عَظَمَتِكَ دُوْنَ اللُّطَفَاءِ، وَعَلَوْتَ بِعَظَمَتِكَ عَلَى الْعُظَمَاءِ، وَعَلِمْتَ مَا تَحْتَ أَرْضِكَ كَعِلْمِكَ بِمَا فَوْقَ عَرْشِكَ، وَكَانَتْ وَسَاوِسُ الصُّدُوْرِ كَالْعَلاَنِيَةِ عِنْدَكَ، وَعَلاَنِيَةُ الْقَوْلِ كَالسِّرِّ فِيْ عِلْمِكَ، وَانْقَادَ كُلُّ شَيْءٍ لِعَظَمَتِكَ وَخَضَعَ كُلُّ ذِيْ سُلْطَانٍ لِسُلْطَانِكَ، وَصَارَ أَمْرُ الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ بِيَدِكَ، اِجْعَلْ لِيْ مِنْ كُلِّ هَمٍّ أَمْسَيْتُ / أَصْبَحْتُ[3] فِيْهِ فَرَجًا وَمَخْرَجًا. اَللَّهُمَّ إِنَّ عَفْوَكَ عَنْ ذُنُوْبِيْ، وَتَجَاوُزَكَ عَنْ خَطِيْئَتِيْ، وَسَتْرَكَ عَلَى قَبِيْحِ عَمَلِيْ، أَطْمَعَنِيْ أَنْ أَسْأَلَكَ مَا لاَ أَسْتَوْجِبُهُ مِمَّا قَصَّرْتُ فِيْهِ، أَدْعُوْكَ آمِنًا، وَأَسْأَلُكَ مُسْتَأْنِسًا، وَإِنَّكَ الْمُحْسِنُ إِلَيَّ وَأَنَا الْمُسِيْءُ إِلَى نَفْسِيْ فِيْمَا بَيْنِيْ وَبَيْنَكَ، تَتَوَدَّدُ إِلَيَّ بِنِعْمَتِكَ مَعَ غِنَاكَ عَنِّيْ، وَأَتَبَغَّضُ إِلَيْكَ بِالْمَعَاصِيْ مَعَ فَقْرِيْ إِلَيْكَ، وَلَكِنِ الثِّقَةُ بِكَ حَمَلَتْنِيْ عَلَى الْجَرَاءَةِ عَلَيْكَ، فَعُدْ بِفَضْلِكَ وَإِحْسَانِكَ عَلَيَّ وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ.

Artinya: Ya Allah, sebagaimana Engkau bersikap lemah lembut dalam keagungan-Mu melebihi segala yang lemah lembut, dan Engkau Maha Tinggi degan kegungan-Mu atas segala yang agung, dan Engkau Maha Mengetahui apa yang ada di dalam buni-Mu sebagaimana Engkau mengetahui apa yang ada di atas ‘arsy-Mu, dan bisikan hati di sisi-Mu sama seperti ucapan terang-terangan, dan ucapan terang-terangan sama di sisi-Mu dengan bisikan hati, dan tunduklah segala sesuatu kepada keagungan-Mu, dan merendahlah segala yang memiliki kekuasaan kepada kekuasaan-Mu, dan jadilah perkara dunia dan akhirat berada di tangan-Mu, jadikanlah bagiku dari segala keluh-kesah yang menimpaku pada sore / pagi hari kelapangan dan jalan keluar darinya. Ya Allah, sesungguhnya kemaafan-Mu atas dosa-dosaku, dan penghapusan-Mu atas semua kesalahanku, dan penutupan-Mu atas perbuatan burukku, kesemuanya itu mendorongku untuk memohon kepada-Mu apa-apa yang aku tak pantas menerimanya dari apa-apa yang aku teledor padanya, aku memohon kepada-Mu dalam keadaan aman, dan aku meminta kepada-Mu dengan keadaan rasa senang hati, sedangkan Engkau adalah selalu berbuat baik kepadaku, dan aku selalu berbuat jahat terhadap diriku sendiri dalam masalah yang menyangkut hubungan aku dengan Engkau, Engkau selalu membuatku menyayangi-Mu dengan senantiasa memberi nikmat-Mu kepadaku meskipun Engkau tidak membutuhkan aku, dan aku selalu membuat-Mu murka dengan bermaksiat kepada-Mu, akan tetapi kepercayaanku kepada-Mu membawaku untuk berani (memohon) kepada-Mu, maka jenguklah aku dengan karunia dan kebaikan-Mu kepadaku, dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Penerima taubat, lagi Maha Penyayang.

Keterangan: Diriwayatkan bahwa barangsiapa yang membaca doa tersebut pagi dan sore maka akan gugurlah dosa-dosanya, dan langgenglah kebahagiaannya, dihapuskanlah segala kesalahannya, dikabulkan doanya, diluaskan rezqinya, diberikan segala cita-citanya, ditolong atas segala musuhnya, dan ditulis di sisi Allah sebagai seorang shiddiq (yang amat tinggi / kuat keimanannya), dan tidaklah ia mati kecuali dalam keadaan syahid.

[2] Tersebut dalam Ihyaa’u ‘ulumiddiin karya Al-Imam Al-Ghozaliy jilid 2 halaman 347, dan Al-Maslakul Qoriib halaman 66 – 67.

[3] Jika doa ini dibaca sore hari maka menggunakan kata amsaytu, sedang jika dibaca pagi hari maka hendaklah menggunakan kata ashbahtu.

DOA NABI ADAM.AS.

Posted: 01/11/2014 in Uncategorized

بسم الله الرحمن الرحيم

دعاء نبي الله آدم عليه السلام

Doa Nabi Adam – semoga salam tetap atas beliau –

اَللَّهُمَّ إِنَّكَ تَعْلَمُ سِرِّيْ وَعَلاَنِيَتِيْ فَاقْبَلْ مَعْذِرَتِيْ، وَتَعْلَمُ حَاجَتِيْ فَأَعْطَنِيْ سُؤْلِيْ، وَتَعْلَمُ مَا فِيْ نَفْسِيْ فَاغْفِرْلِيْ ذَنْبِيْ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ إِيْمَانًا دَائِمًا يُبَاشِرُ قَلْبِيْ، وَأَسْأَلُكَ يَقِيْنًا صَادِقًا حَتَّى أَعْلَمَ أَنَّهُ لَنْ يُصِيْبَنِيْ إِلاَّ مَا كَتَبْتَهُ عَلَيَّ، وَالرِّضَا بِمَا قَسَمْتَهُ لِيْ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ.

Artinya: Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Tahu keadaaan batin dan zahirku, maka terimalah alasanku, dan Engkau Maha Tahu akan hajat / keperluanku maka berilah aku segala permintaanku, dan Engkau Maha Tahu akan apa yang ada dalam diriku maka ampunilah dosaku. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu iman yang langgeng yang selalu melekat pada hatiku, dan aku memohon keyakinan yang sunguh-sungguh hingga aku tahu bahwa tidak akan menimpaku kecuali apa-apa yang telah Engkau tetapkan kepadaku, dan aku memohon kerelaan atas apa yang Engkau bagikan kepadaku, wahai Yang Maha memiliki keagungan dan kemuliaan.

(dalam kitab Al-Maslakul Qoriib karya Al-Habib Thohir bin Husain bin Thohir terdapat tambahan seperti di bawah ini):

اَللَّهُمَّ أَطِلْ عُمْرِيْ فِي طَاعَتِكَ وَمَعْرِفَتِكَ وَامْلَأْ قَلْبِيْ مِنَ الْيَقِيْنِ مَا تَهُوْنُ بِهِ مَصَائِبُ الدُّنْيَا وَهَوِّنْ عَلَيَّ سَكْرَةَ الْمَوْتِ وَاخْتِمْ لِيْ بِالْحُسْنَى وَارْزُقْنِيْ مُرَافَقَةَ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي اْلآخِرَةِ فِي جَنَّةِ الْخُلْدِ وَنَعِّمْنِيْ بِلَذَّةِ النَّظَرِ إِلَى وَجْهِكَ الْكَرِيْمِ

Artinya: Ya Allah, panjangkanlah umurku dalam ketaatan kepada-Mu dan mengenal-Mu, dan penuhilah hatiku dengan keyakinan yang mana dengannya menjadi ringanlah segala musibah dunia , dan ringankanlah atasku sekaratul maut, dan tutuplah usiaku dengan keadaan yang terbaik, dan rezqikanlah aku pertemanan dengan Nabi-Mu Muhammad – semoga Allah selalu melimpahkan salawat dan salam – di akhirat dalam surga khuldi dan berilah aku nikmat dengan memandang ‘wajah’-Mu yang mulia.

Keterangan: Diriwayatkan oleh Aisyah – semoga Allah meridhoinya – bahwa ketika Allah berkehendak untuk menerima taubat Nabi Adam, beliau tawaf mengelilingi ka’bah 7 kali kemudian beliau salat dua rakaat lalu membaca doa di atas. Kemudian Allah mewahyukan kepada Nabi Adam: “Aku telah ampuni engkau, dan tidaklah seorang dari keturunanmu yang membaca doa seperti yang engkau baca itu kecuali Aku akan mengampuni dosanya, aku singkap segala keluh kesahnya, dan aku cabut kefakiran dari hadapannya, dan aku akan berniaga untuknya dibalik segala para saudagar, dan dunia akan datang kepadanya mau atau tidak mau, walaupun ia tidak menginginkannya.”[1]

[1] Dikutip dari Ihyaa’ ‘Uluumid Diin karya Al-Imam Al-Ghozzaliy jilid 1 halaman 319, dan Al-Maslakul Qoriib karya Al-Habib Thohir bin Husain bin Thohir, halaman 75 – 76.

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
وعن علي بن أبي طالب رضي الله عنه عن النبي عليه السلام إن الصدقة إذا خرجت من يد صاحبها قبل أن تدخل في يد السائل تتكلم بخمس كلمات ‏أولاها تقول كنت قليلة فكثرتني وكنت صغيرة فكبرتني وكنت عدواً فأحببتني وكنت فانياً فأبقيتني وكنت محروساً الآن صرت حارسك

=======
Diterima dari Ali bin Abi Thalib RA, diterima dari Nabi Muhammad SAW : Sesungguhnya sedekah itu apabila dikeluarkan dari tangan si pemiliknya sebelum sampai pada tangan si penerimanya maka sedekah itu angkat bicara dengan lima pernyataan :

Aku ini hanya bernilai sedikit namun ketika engkau sedekahkan maka aku menjadi bernilai banyak

Aku ini hanya berjumlah sedikit namun ketika engkau sedekahkan maka aku menjadi berjumlah besar

Aku ini sebetulnya akan menjadi musuh pengadilanmu namun ketika engkau sedekahkan maka engkau mendamaikan aku

Aku ini suatu saat akan binasa hancur menjadi debu namun ketika engkau sedekahkan maka engkau membuatku kekal abadi

Aku ini harus di jaga dan di pelihara namun di saat engkau sedekahkan maka aku yang balik akan menjagamu

Assalaamu’alaikum.wr.wb.
Kaum muslimin wal muslimat yang kami hormati dan semoga di Rahmati oleh Allah SWT.
Khususnya para pengunjung dan pembaca setia blog MAJELIS HILYATUL AULIYA.

Dengan ini kami mengajak para dermawan kekasih Allah untuk turut berpartisipasi bersama-sama dalam membangun dan memajukan majelis serta blog yang kita cintai ini agar lebih berkembang dan bisa semakin bermanfaat untuk ummat.

Untuk itu bila berkenan silahkan bisa menyalurkan bantuan maupun amal jariyahnya.
Baik berupa zakat,infaq dan sedekah
Serta bantuan materi lainnya kepada kami.

Insya Allah akan kami salurkan serta kami gunakan sebagai mana mestinya sesuai dengan hak dan peruntukkannya.
Yakni sebagai berikut :

(1) Sebagai biaya pengembangan dan pemeliharaan serta operasional blog Majelis Hilyatul Auliya

(2) Sebagai dana pembangunan serta pengembangan sarana dan prasarana Majelis Hilyatul Auliya yang bergerak di bidang syiar dan dakwah Islam.

(3) Ke depan rencananya kami akan membangun pondok pesantren tahfizhul Qur’an dan ta’limul hikmah yang terbuka untuk umum.

(4) Sebagai dana bantuan yang akan kami kelola secara khusus dan profesional untuk kaum dhu’afa,faqir miskin,anak yatim piatu dan mereka yang tidak mampu.

Bantuan amal dan donasi anda bisa di salurkan melalui :
BANK SYARIAH MANDIRI
KCP JALAN BARU
KOTA BOGOR
NO REKENING : 7020605329
A / N : KOMARUDIN

Demikian…
Atas segala perhatian dan bantuan serta partisipasinya kami haturkan terima kasih.
Jazaakalallaahu khoiron katsiron
Wa jazaakallaahu ahsanal jazaa’

Semoga Allah SWT senantiasa memudahkan dan meluaskan rizqi kita semua
Serta memberkahi setiap langkah kehidupan kita di jalan-Nya.
Aamiin Yaa Robbal ‘ Aalamiin….

Pembimbing dan penanggung jawab
Ustadz Komarudin Al-Fikri

MAJELIS HILYATUL AULIYA
Cimanggu Bharata Lebak
RT 07 / RW 04 Gg.Barokah
Kel.Kedung Badak
Kec.Tanah Sareal
Kota Bogor 16165
Jawa Barat
Hp : 085692244000

Wassalaamu`alaikum.wr.wb.

Amaliyah diawal bulan Muharram

Doa yang dibaca setiap hari 3 kali selama sepuluh hari, mulai tanggal 1 sampai tanggal 10 Muharram:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ قَدِيْمٌ وَهَذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ, وَسَنَةٌ جَدِيْدَةٌ قَدْ أَقْبَلَتْ, نَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهَا وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا, وَنَسْتَكْفِيْكَ فَوَاتَهَا وَشُغْلَهَا فَارزُقْنَا العِصْمَةَ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ, اَللّهُمَّ إِنَّكَ سَلَّطْتَّ عَلَيْنَا شَيْطَانًا عَدُوًّا لَّنَا بَصِيْرًا بِعُيُوْبِنَا مُطَّلِعًا عَلَى عَوْرَاتِنَا مِنْ بَيْنِ أَيْدِيِنَا وَمِنْ خَلْفِنَا, وَعَنْ أَيْمَانِنَا وَعَنْ شَمَآئِلِنَا, يَرَانَا هُوَ وَقَبِيْلُهُ مِنْ حيْثُ لاَ نَرَاهُمْ. اَللّهُمَّ فَآيِسْهُ مِنَّا كَمَا آيَسْتَهُ مِنْ رَّحْمَتِكَ وَقَنِّطْهُ مِنَّا كَمَا قَنَّطْتَّهُ مِنْ عَفْوِكَ وَبَاعِدْ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ مَغْفِرَتِكَ إِنَّكَ قَادِرٌ عَلَى ذَلِكَ, وَأَنْتَ الفَعَّالُ لِمَا تُرِيْدُ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.
Ya Allah, Engkau maha dahulu, dan ini adalah tahun baru, tahun baru telah menjelang, kami memohon segala kebaikan-kebaikan tahun ini, dan kami mohon perlindungan dari segala keburukan-keburukan tahun ini. Kami mencukupkan diri dengan Engkau Ya Allah atas kehilangan atau kesibukan tahun ini, maka berilah kami rizki penjagaan dari Syaithan yang terkutuk. Ya Allah engkau menguasakan untuk kami syaithan sebagai musuh bagi kami. Mereka dapat melihat aib kami, dan menyaksikan aurat kami dari depan, belakang, kanan dan kiri, mereka dan golongannya dapat melihat kami sementara kami tidak dapat melihat mereka. Ya Allah putus asakan mereka atas kami sebagaimana engkau putus asakan mereka dari rahmat Mu. Ya Allah cegahlah mereka dari kami sebagai mana Engkau mencegah mereka dari pengampunanMu. Jauhkan mereka dari kami sebagaimana Engkau menjauhkan mereka dari pengampunanMu. Sesungguhnya Engkau adalah dzat yang berkuasa untuk itu, Engkau maha berbuat atas segala yang Engkau kehendaki. Rahmad keagungan Allah dan keselamatan selalu terlimpah pada Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya