RIYADHOH 40 HARI

Posted: 13/08/2014 in Amalan Hikmah

Sedang susah? Punya hajat? Coba lakukan Riyadhah 40 hari… 

* 40 hari selalu berjamaah, di masjid, tanpa ketinggalan takbir pertama imam. Bila Anda adalah perempuan, minta izin pada suami, atau jalan dengan mahrom. Kalau tidak aman, jangan. Tidak apa-apa di rumah saja. Tapi standby sebelum adzan.

* 40 hari selalu dhuha dan shalat malam. 40 hari selalu qobliyah ba’diyah.

* 40 hari puasa senin kamis, lebih bagus lagi bisa puasa daud, sehari puasa sehari tidak.

* 40 hari baca Waaqi’ah setiap habis shubuh dan habis ashar, Yaasiin setiap habis isya, dan Al- Mulk setiap menjelang tidur. Di antara itu, khatamkan Al-Qur’an. Tidak usah 40 hari khatam. Yang penting ada usaha mengkhatamkan.

* Awali dengan sedekah yang besar, yang bernilai, yang sebelumnya susah untuk di keluarkan. 

* 40 hari baca laa hawla walaa quwwata illaa billaah 300 x, bebas waktunya, Istighfar harian 100 x, shalawat 100 x.

* Tetap bekerja, tetap berdagang, tetap belajar, tetap beraktifitas seperti biasa. Hanya jadikan ibadah, dengan awal baca bismillah dan selesainya baca alhamdulillah.

* Setiap habis shalat, baik yang wajib dan sunnah, berdoa. Doa masing-masing. Boleh dengan bahasa indonesia.

KHASIAT MINYAK KASTURI

Posted: 12/08/2014 in Amalan Hikmah

Minyak kasturi dan cara pemakaiannya untuk pengobatan

Waktu yang di sunnahkan memakai wewangian atau menggunakan minyak kasturi ;

Ketika Hendak melakukan sholat.
Ketika hendak Membaca Al-Qur’an.
Ketika hendak Pergi ke masjid.
Ketika hendak Menyambut Hari Raya.
Ketika hendak Bertemu dengan tamu.
Ketika sedang hendak berkumpul dengan suami istri.
Ketika hendak pergi pada hari Jum’at
Ketika hendak Menuntut atau mencari suatu ilmu.
Ketika hendak melamar kerja.
Ketika hendak Ikhtiar mencari rizki atau nafkah.
Ketika hendak bepergian jauh.
Ketika hendak tidur.

Cara pemakaian minyak kasturi agar dapat memberikan hasil yang optimal :
Di dalam kitab pengobatan Islam berbahasa arab; “al Minhajul Qurani lii’laji as Sihri wal massi as Syaithani” karya Sheikh Usamah Muhammad al Audi, beliau menyatakan satu teknik pengobatan dengan menggunakan media wewangian. “Kebanyakan jin benci kepada bau yang wangi karena jin sangat menyukai bau yang busuk.

Bau aroma busuk dapat menyegarkan jiwa dan naluri kejinnan mereka,Maka sebuah tekhnik pengobatan yang sangat mujarab untuk mengatasi gangguan jin yakni dengan menggunakan media wewangian. Tekniknya dan cara pengobatan menggunakan aroma wewangian atau minyak kasturi ; Jika ada seseorang yang menderita penyakit karena gangguan mahluk gaib,usapkan minyak wangi di dua kemaluan.
Hendaknya ketika kita mau tidur di usahakan untuk menggunakan minyak wangi, apabila kita terkena serangan gaib hendaknya setiap tidur selalu menggunakan minyak wangi. Seorang yang sakit, hendaknya setiap mau tidur, di usahakan untuk menggunakan minyak wangi di bagian tubuh berikut ini : 
o Usapkan di Belakang telinga kiri dan kanan.
o Usapkan Di semua ujung ujung jari tangan dan jari kakinya..
o Usapkan di kedua lubang hidung.
o Usapkan di kedua Dua lubang daun telinga
o Usapkan di kedua Dua kening yang berdekatan mata.
o Usapkan di Sekeliling mulut.
o Usapkan di wilayah kedua puting susu.
o Usapkan di wilayah dua kemaluan di depan dan bagian belakang / kubul dan dubur.
o Usapkan di wilayah Lubang pusar.”
o Usapkan di wilayah Leher kiri dan kanan.

Jika kita perhatikan semua wilayah bagian tubuh tersebut di atas menurut salah seorang ulama besar, wilayah tersebut merupakan tempat keluar masuknya jin ke dalam tubuh manusia. Seandainya ada seorang pasien yang sakit karena pengaruh gangguan gaib seperti santet, tenung guna guna, sihir, dlll, 

apabila kita rajin melakukan hal seperti di atas biasa nya dalam waktu paling lama 40 hari dengan izin Allah insya allah penyakitnya, pasti akan mengalami perubahan, karena makhluk gaib di jamin pasti akan pergi karena tidak tahan dengan aroma wewangian. Agar minyak kasturi dapat memberikan manfaat seperti yang di atas di sebelum penggunaan nya agar dibacakan ayat ayat rukyah terlebih dahulu pada minyak kasturi. Berikut ini bacaan doa rukyah agar minyak kasturi bisa memberikan efek yang sangat luar biasa.

1.surat Fatihah
2. surat Al-Baqarah
3. surat Ali-Imran ( 18, 26 – 27 )
4. surat Al-A’raf ( 54 – 56 )
5. surat Al-Isra’ ( 110 – 111 )
6. surat Al-Mukminun ( 115 – 118 )
7. surat As-Soffat ( 1 – 11 )
8. surat Ar-Rahman ( 33 – 40 )
9. surat Al-Hasyar ( 21 – 24 )
10. surat Al-Jin ( 1 – 4 )
11. surat Al-Kafirun
12. surat Al-Ikhlas
13. surat Al-Falaq
14. surat Al-Anas
Cara penggunaan minyak kasturi yang sudah di rukyah cukup di oleskan pada bagian tubuh tertentu, seperti di kedua daun telinga,di sekitar hidung,pada setiap lipatan-lipatan tubuh. Aroma wewangian dari Minyak kasturi ini hampir di sukai oleh setiap orang, karena dari aromanya yang khas. Saya secara pribadi sering kali mengatasi problem para pasien pasien saya dengan media minyak kasturi yang sebelumnya telah di rukyah terlebih dahulu, problem yang dapat di atasi dengan minyak kasturi tersebut antara lain, masalah kerezekian, pelarisan, perjodohan, gangguan gaib seperti tenung, santet, guna guna,sihir, dan juga penyakit medis,dll.


اَلْكَافِي الشَّافِي

v          الْفَاتِحَةُ عَلَى مَا نَوَى عِبَادُ اللهِ الصَّالِحَوْنَ فِي قِرَاءَتِهِمْ لِلْأَوْرَادِ وَالْأَذْكَارِ, وَعلَى هَذهِ النِّيَّةِ وَكُلِّ نِيَّةٍ صَالِحَةٍ, وَإِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ   بِسِرِّ أَسْرَارِ الْفَاِتحَةْ….

v          أَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

v          بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

v          قُلْ لَنْ يُصِيْبَنَا إِلَّا مَا كَتَبَ اللهُ لَنَا هُوَ مَوْلَانَا وَعَلَى اللهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ (3)

v      لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ (7)

v      حَسْبِيَ الله لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ (7)

v      حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرُ,وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إلاَّ بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ (7)

v      أَعُوذُ بِاللهِ السَّمِيْعِ الْعَلِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ (3)

v          أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ  )3 (

v          بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ (3)

v          رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِيْنِ وَأَعُوْذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُرُوْنِ (3)

اللّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ وَبِعَظَمَةِ ذَاتِكَ الَّتِيْ لَا نِهَايَةَ لَهَا, الَّتِيْ لَا يَعْلَمُهَا سِوَاكَ. وَأَعُوْذُ بِاسْمِكَ الْعَظِيْمِ اْلأَعْظَم, وَأَعُوْذُ بِوَجْهِكَ الْكَرِيمِ الأَكْرَمٍ, وَأَعُوْذُ بِجَمِيعِ أَسْمائِكَ الحُسْنَى كُلِّهَا, مَاعَلِمْتُ مِنهَا وَمَا لَمْ أَعْلَم.

وَأَعُوْذُ بِجَمِيْعِ مَا تَعْلَمُهُ لِنَفْسِكَ, مِمَّا لَايَعْلَمُهُ مِنْكَ غَيْرُكَ. مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ وَالْهَوَى وَالشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ, وَمِنْ شَرِّ أَعْدَائِيْ وَحُسَّادِيْ فِي الظَّاهِرِ وَالْبَاطِنِ, وَكُلِّ مَنْ أَرَادَنِيْ بِسُوءٍ أَوْ إِسَاءَةٍ. وَمِنْ شَرِّ الجِنِّ وَالإِنْسِ وَالشَّيَاطِيْن وَالْوُحُوشِ وَاللُّصُوصِ وَالأَعْرَابِ وَالأَمْرَاضْ, وَمِنْ كُلِّ شَرِّ مَا خَلَقَ اللهُ تَعَالَى. وَأُعِيْذُ جَمِيْعَ أَهْلِيْ وَأَوْلَادِيْ وَأَحِبَّتِيْ, مِنْ شَرِّ مَا اسْتَعَذْتُ مِنْهُ وَمِنْ شَرِّ مَا تَعَوَّذْتُ مِنْهُ,  إِنَّكَ أَنْتَ الْقَوِيُّ الْعَزِيْزُ. سُبْحَانَكَ يَاحَيُّ يَاقَيُّوْمُ, يَاعَظِيمَ الشَّانِ يَاقَوِيَّ الْبُرْهَانِ بَحْرُ جُوْدِكَ مَلْيَانُ, جُدْ لَنَا بِالحِمَايَةِ وَالْغُفْرَانِ, إِنَّكَ لَا تُذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ, وَلَا تُعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ. إِلَهِيْ لَا أَسْأَلُكَ رَدَّ الْقَضَاءِ, بَلْ أَسْاَلُكَ اللُّطْفَ فِيْهِ.

v     ياَ لَطِيفُ لَمْ يَزَلْ, أُلْطُفْ  بِنَا  فِيمَا  نَزَلَ, إِنَّكَ لَطِيفٌ لَمْ تَزَلْ, أُلْطُفْ بِنَا وَالمسْلِمِيْنَ (3)

v     ياَحَفِيْظُ يالَطِيْفُ يانَصِيْرُ ياوَكِيْلُ  يَا أَلله (11)

v     لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إلَّابِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ (10)

v     ياأَلله  يالَطِيفُ  ياكَافي  ياغَنِيُّ يامُغْنِي  يَافَتَّاحُ يَارَزَّاقُ يَاكَرِيمُ يَاوَهَّابُ, يَاذَاالطَّوْلِ يَامُعْطِي  ياجَوَّادُ  يَامَنَّانْ (7)

v     أَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مَا سَأَلَكَ بِهِ حَبِيْبُكَ سَيِّدُنَا مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلّم   وَنَعُوْذُ بِكَ مِمَّا اسْتَعَاذَكَ مِنْهُ حَبِيْبُكَ سَيِّدُنَا مُحَمَّدٌصَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّم (3)

v      اَلْفَاتِحَةُ  إِلَى رُوْحِ سَيّدِنَا وَحَبِيْبِنَا رَسُوْلِ اللهِ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ, وَأَهْلِ بَيْتِهِ وَأَصْحَابِهِ وَأَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّاتِهِ, وَإِخْوَانِهِ مِنَ الْأَنْبِيَاءِ وَالمُرْسَلِيْنَ, وَالملَائِكَةِ المُقَرّبِيْنَ, وَجَمِيعِ أَوْلِيَاءِ الكَوْنِ, وَالْعُلَمَاءِ الْعَامِلِيْنَ, وَعِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ, وَبِالخصُوص إِلَى أَرْوَاحِ وَالِدِيْنَا وَمُعَلِّمِينَا وَمَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيْنَا, وَأُصُولِهِمْ وَفُرُوْعِهِمْ, وَأَزْوَاجِهمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ, وَجَمِيعِ الْمُسْلِمِين وَالْمُسْلِمَاتِ, وَالمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ, اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ, أَنَّ اللهَ يَتَغَشَّاهُمْ بِالرَّحْمَةِ وَالمَغْفِرَةِ, وَيُعْلِيْ دَرَجَاتِهِم فِي الْجَنَّة, وَيَنْفَعُنَا بِأَسْرَارِهِمْ وَأَنْوَارِهِمْ وَعُلُوْمِهِمْ وَنَفَحَاتِهِمْ وَبَرَكَاتِهِمْ فِي الدِّيْنِ  وَالدُّنْيَا  وَالْبَرْزَخ وَالْأَخِرَة, بِسِرِّ أَسْرَارِ الْفَاتِحَة …..

v          اَلْفَاتحَة  بِنِيَّةِ  الْقَبُولْ وَتَمامِ  كُلِّ سُوْولْ   وَأَنَّ اللهَ يُبلِّغُ  مَقَاصِدَنَا  وَيُصْلِحُ أُمُوْرَنَا وَيَقْضِيحَاجَا تِنَافِي خَيْرٍ وَلُطْفٍ وَعَافِيَة.

v          أَللّهُمَّ اهْدِنَا بِهُدَاكَ, وَاجْعَلْنَا مِمَّنْ يُسَارِعُ فِي رِضَاكَ, وَلَا تُوَلِّنَا وَلِيًّا سِوَاكَ, وَلَا تَجْعَلْنَا مِمَّنْ خَالَفَ أَمْرَكَ وَعَصَاكَ.

v          أَللّهُمَّ  أَرِنَا  الحَقَّ  حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهْ, وَأَرِنَا البَاطِلَ بَاطِلًا  وَوَفِّقْنَا لِاجْتِنَابَه.

v          أَللَّهم الْطُفْ بِنَا فِيمَا جَرَتْ بِهِ الْمقَادِيرْ, يَا لَطِيفُ يَا عَلِيمُ يَا خَبِيرُ (3)

v          أَللَّهُمَّ حَبِّبْ إِلَيْنَا الإِيمَانْ وَزَيِّنْهُ فِي قُلُوبِنَا, وَكَرِّهْ إِلَيْنَا الكُفْرَ وَالفُسُوقَ وَالعِصْيَانَ.

v          أَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِأُمَّةِ حَبِيبِكَ سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. أَللَّهُمَّ ارْحَمْ أُمَّةَ حَبِيبِكَ سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. أَللَّهُمَّ أَصْلِحْ أُمَّةَ حَبِيبِكَ سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. أَللَّهُمَّ احْفَظْ أُمَّةَ حَبِيْبِكَ سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. أَللَّهُمَّ فَرِّجْ عَنْ أُمَّةِ حَبِيْبِكَ سَيِّدِنَا مُحَمّدٍصَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. وَاجْعَلْنَا مِنْ خِيَارِ أُمَّةِ حَبِيْبِكَ سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. وَأَمِتْنَا عَلَى مِلَّةِ حَبِيبِكَ  سَيِّدِنَا  مُحَمّدْ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّم.

v      أَللَّهُمَّ طَهِّرْ قُلُوْبَنَا وَقَوَالِبَنَا مَعَ التُّقَى وَالْهُدَى وَالْعَفَافِ وَالْغِنَى, وَالْمَوْتِ عَلَى دِيْنِ الإِسْلَامِ وَالإِيمَانِ, بِلَا مِحْنَةٍ وَلَا امْتِحَانٍ, بِحَقِّ سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانَ, وَلِكُلِّ نِيَّةٍ صَالِحَةٍ. وَإِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّم بِسِرِّ أَسْرَارِ الفَاتِحَة…………….

v      أَللَّهُمَّ بِحَقِّ حَقِيقَةِ عَظَمَتِكَ, وَبِحَقِّ حَقِيْقَةِ عَظَمَةِ حَبِيْبِكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ, إِغْفِرْ لَنَا مِمَّا فَاتَ, وَاعْصِمْنَا مِمَّا آت, وَوَفِّقْنَا لِمَا فِيْهِ رِضَاكَ, حَتَّى نَلْقَاكَ وَأَنْتَ رَاضٍ عَنّاَ, بِلُطْفِكَ وَكَرَمِكَ وَإِحْسَانِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.

v      أَللّهُمَّ يَاقَرِيْبُ يَامُجِيْبُ,  يَاقَرِيْبُ يَامُجِيْبُ,   يَا قَرِيْبُ يَا مُجِيْبُ.

v      أَللّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْم, وَتُبْ عَلَيْنا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْم. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ  وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ العَالَمِيْن. قَبُوْل إِنْ شَاءَ اللهْ .

v      أَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ بِقَدْرِ حُبِّكَ فِيهِ  وَزِدْنَا يَا مَوْلَانَا حُبًّا فِيهِ  وَبِجَاهِهِ عِنْدَكَ فَرِّجْ عَنَّا مَا نَحْنُ فِيهِ  إِلَهَنَا لَا نَسْأَلُكَ رَدَّ القَضَاءِ بَلْ نَسْأَلُكَ اللُّطْفَ فِيهِ  وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهْ عَدَدَ خَلْقِ اللهْ بِدَوَامِ مُلْكِ اللهِx3

Setiap selesai mengerjakan shalat fadhu lima waktu, Anda jangan sampai lupa membaca doa-dzikir berikut ini

 

 

1. Membaca :

 

لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ يُحْيِ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ.اللَّهُمَ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلاَ رَادَّ لِمَا قَضَيْتَ وَلاَ يَنْفَعُ ذَا الجَدِّ مِنْكَ الجَدُّ

Laa ilaaha illalloohu wahdahuu laa syariika lah, lahul-mulku wa lahul-hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qadiir. Alloohumma laa maani’a limaa a’thaita, wa laa mu’thiya limaa mana’ta, wa laa yanfa’u dzaljaddi minkal-jaddu.

“Tiada tuhan selain Allah semata. Tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kerajaan dan puji. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah! Tiada yang mampu menahan apa yang Engkau anuge-rahkan dan tiada yang ampu menganugerahkan apa yang Engkau tahan, serta tiada berguna orang yang bersungguh-sungguh, karena dari-Mu lah kesung-guhan itu”.

 

Imam Bukhari mengetengahkan sebuah hadis, bahwa Rasulullah saw. selalu membaca bacaan dzikir di atas setiap habis shalat fardhu.

 

2. Membaca Ayat Kursi :

 

اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ, لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَ لاَ نَوْمٌ, لَهُ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ, مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ, يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَ لاَ يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ, وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَاْلاَرْضَ, وَ لاَ يَئُوْدُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ.

Alloohu laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuum, laa ta’khudzuhuu sinatun wa laa nauum. Lahuu maa fissamaawaati wamaa fil-ardh. Man dzalladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa bi-idznih. Ya’lamu maa baina aidiihim wa maa khalfahum wa laa yuhiithuuna bisyai-in min ‘ilmihii illaa bimaa syaa-a, wasi’a kursiyyuhus-samaawaati wal-ardha, wa laa ya-uuduhuu hifzhuhumaa wa huwal ‘aliyyul ‘azhiim.

Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa`at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”.

 

Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang membaca ayat kursi setiap selesai shalat fardhu, maka tidak ada diantara dirinya dan surga selain mati. Barangsiapa yang membacanya sewaktu hendak tidur, ia akan selalu mendapatkan penjagaan Allah dan tidak akan didekati oleh syetan sampai datang waktu pagi. Barangsiapa yang membacanya dan (diteruskan dengan) membaca dua ayat sesudahnya (QS al-Baqarah ayat 256 dan 257), empat ayat pertama surat al-Baqarah (ayat 1 s.d. 4) dan tiga ayat terakhir surat al-Baqarah (ayat 284 s.d. 286), maka selama waktu malam itu syetan tidak akan memasuki rumahnya sampai datang waktu pagi”.

 

Penjelasan :

Didalam kitab Abwabul Faraj ditambahkan beberapa riwayat hadis tentang keutamaan ayat kursi, diantaranya adalah hadis yang diriwayatkan dari Ubay bin Ka’ab ra, yang menjelaskan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Wahai Abu Mundzir! Ayat apakah yang terbesar (rahasianya) didalam Al-Qur’an?”. Ubay menjawab, “Hanya Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu”. Beliau saw. lalu menunjukkan jawabannya, “Alloohu laa ilaaha illa huwal hayyul qayyuum … (sampai akhir)”. Selanjutnya beliau memegang dada Ubay seraya bersabda, “Semoga dadamu penuh dengan ilmu”. (HR Ahmad, Muslim, Abu Dawud, Al-Hakim dan At-Turmudzi).

Ayat Kursi mengandung lima Asmaul Husna yang agung : Allah, al-Hayyu, al-Qayyum, al-‘Aliyyu dan al-‘Azhim, yang masing-masingnya memiliki manfaat, khasiat dan rahasia tertentu jika hal itu dibaca secara rutin, ajek dan terus menerus.

Orang yang mau mewiridkan atau membaca secara rutin :

اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ

(Alloohu laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuum)

ia akan segera memperoleh manfaatnya yang berkaitan dengan mencari urusan duniawi, ketinggian pangkat. Dicintai orang (mahabbah), dan terutama dalam urusan keagamaan/ukhrawi.

Jika memiliki hajat tertentu, gabungkan kalimat tauhid (لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله) dengan salah satu Asmaul Husna yang isi kandungannya sesuai dengan yang kamu kehendaki. Bacalah secara rutin dengan penuh kekhusyukan, hajatmu akan segera terkabul.

Misalnya : لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله الرَّزَّاقُ   untuk mencari rizki; لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله الْمُعِزُّ    untuk mencari kehormatan dan pangkat; لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله الْعَلِيْمُ     untuk kelancaran mencari ilmu; لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله الْوَدُوْدُ    agar dicintai, disayangi orang dan selainnya.

الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ  berkaitan dengan keluhuran dan keagungan. Orang yang merutinkan membacanya, akan memperoleh keluhuran, kemuliaan, dan pangkat-derajat yang agung. Orang yang merasa takut menghadapi penguasa, pejabat yang zhalim / bengis, atau musuh, penjahat atau orang zhalim, bacalah terus menerus sewaktu akan menghadapinya.

Jika memiliki hajat atau persoalan penting, bacalah secara rutin :  اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ الْعَلِيُّ الْعَظِيْم   sambil menghadap kiblat di tempat dan waktu yang mulia, maka segala doa permohonannya akan segera terkabul.

Mengenai tata cara mengamalkannya, para ulama salaf bersepakat membaca ayat kursi sebanyak bilangan hurufnya, yakni 170 kali; atau sebanyak kalimatnya, yakni 50 kali; atau sebanyak bilangan para Rasul dan Ahli Badar, yakni 313 kali. Membaca dengan masing-masing bilangan tersebut akan membawa manfaat yang beragam.

Diantara mereka ada yang membaca Ayat Kursi dari awal sampai akhir, dan setiap kali sampai pada bacaan : 

وَ لاَ يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ   Diulang-ulang 70 kali.  Kemudian membacanya lagi dari awal, dan begitu seterusnya, sampai mencapai jumlah 70 x Ayat Kursi.

Diantara khasiatnya yang lain, jika anda akan menghadap pejabat/penguasa yang jahat atau hakim yang zhalim, sewaktu memasuki kantornya atau ruang kerjanya, bacalah Ayat Kursi, lalu disambung dengan membaca doa di bawah ini, dengan seizin Allah swt,maka mulut orang itu seakan-akan terkunci, tidak berkutik dan berani macam-macam, serta tidak akan berhasil melaksanakan rencana jahatnya. Berikut ini doanya :

يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ, يَا بَدِيْعَ السَّمَاوَاتِ وَ اْلأَرْضِ, يَا ذَا الْجَلاَلِ وَ اْلإِكْرَامِ, أَسْأَلُكَ بِحَقِّ هَذِهِ اْلآيَةِ الْكَرِيْمَةِ وَ مَا فِيْهَا مِنَ اْلأَسْمَاءِ الْعَظِيْمَةِ اَنْ تُلْجِمَ فَاخُ عَنَّا وَ تُخْرِسَ لِسَانَهُ حَتَّى لاَ يَنْطِقُ اِلاَّ بِخَيْرٍ اَوْ يَصْمُتْ, خَيْرُكَ يَا هَذَا بَيْنَ عَيْنَيْكَ وَ شَرُّكَ تَحْتَ قَدَمَيْكَ.

Yaa Hayyu yaa Qayyuum, yaa Badii’as-samaawaati wal ardhi, yaa dzal jalaali wal ikraam. As-aluka bihaqqi haadzihil aayatil kariimati wamaa fiihaa minal asmaa-il ‘azhiimati an tuljima faahu ‘annaa, wa tukhrisa lisaanahuu hattaa laa yanthiqu illaa bikhairin au yashmut. Khairuka yaa haadza baina ‘ainaika wa syarruka tahta qadamaika.

Wahai Yang Maha Hidup lagi Yang Maha Berdiri sendiri (mengurusi makhluk-Nya), wahai Pencipta langit dan bumi, dan wahai Tuhan Yang memiliki keluhuran dan kemuliaan. Aku memohon kepada-Mu dengan perantaraan (Ayat Kursi) yang mulia ini dan rahasia yang tersembunyi di balik al-Asma-ul A’zham, kiranya Engkau mengendalikan mulutnya dariku dan menjaga (mengunci) lisannya sehingga tidak mampu berbicara kecuali yang baik-baik atau diam. Kebaikanmu, wahai orang (yang sedang aku hadapi ini), terbayang jelas di depan kedua matamu dan kejahatanmu berada (terinjak) di bawah kedua telapak kakimu.”

 

3. Membaca :

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ . فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ .

Laqad jaa-akum rasuulun min anfusikum ‘aziizun ‘alaihimaa ‘anittum hariishun ‘alaikum bilmukminiina ra-uufurrahiim. Fa-in tawallaw faqul hasbiyalloohu laa ilaaha illaa huwa ‘alaihi tawakkaltu wa huwa rabbul-’arsyil-’azhiim.

Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mu’min. Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah: ‘Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki `Arsy yang agung’.” (QS at-Taubah,[9] : 128-129).

Menurut penjelasan para ulama salaf, kedua ayat yang dibaca setelah selesai shalat fardhu di atas sangat banyak fadhilahnya.

 

4. Membaca  Tasbih, Tahmid dan Takbir :

 

سُبْحَانَ الله ×33, الحَمْدُ لِلَّهِ ×33 ,  الله أكبر ×33 

Subhaanallooh (33 x); Al-hamdulillaah (33 x); Alloohu Akbar (33 x).

“Maha Suci Allah; Segala puji bagi Allah; Allah Maha Besar”.

Untuk menyempurnakan bilangan keseratusnya, hendaknya diteruskan dengan membaca dzikir :

لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ

Laa ilaaha illalloohu wahdahuu laa syariika lah. Lahul mulku wa lahul-hamdu, wa huwa ‘alaa kulli syai-in qadiir.

“Tiada tuhan selain Allah semata. Tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kerajaan dan puji. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu”.

 

Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa yang setiap selesai shalat fardhu membaca tasbih 33 x, tahmid 33 x, takbir 33 x dan menyempurnakan bilangan keseratusnya dengan bacaan Laa ilaaha illalloohu wahdahu…(sampai akhir), maka semua dosanya akan diampuni, sekalipun sebanyak buih di laut”. (HR Muslim).

Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan hadis yang bersumber dari Abu Hurairah, dari Rasulullah saw bahwa orang yang membacanya seratus kali sehari, pahalanya seukur dengan memerdekakan sepuluh budak, dicatatkan seratus kebaikan, dihapuskan seratus kejelakan, dan dijaga dari gangguan syetan pada siang hari itu sampai sore.

 

5. Membaca :

  

 حَسْـبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الوَكِيْلُ

 

Hasbunalloohu wa ni’mal wakiil  (sebanyak 20 s.d. 200 kali)

“Allah telah mencukupi kami. Dia sebaik-baik tempatku berserah diri”.

 

  1.   Membaca :

اَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ  (20 – 200)

Astaghfirulloohal ‘azhiim  (dibaca 20 s.d 20 kali)

Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung

 

7. Membaca : 

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ المُلْكُ الْحَقُّ الْمُبِيْنُ  (10 – 100 ×)

Laa ilaaha illalloohul-malikul haqqul mubiin.  (dibaca 10 x s.d. 100 x)

 “Tiada tuhan selain Allah Yang Maha Merajai Kebenaran yang abadi”.

Catatan : Rasulullah saw mengatakan bahwa orang yang membacanya setiap hari seratus kali akan terbebas dari kemiskinan. (HRAbu Na’Imam, imam Malik dan ad-Dailami, dari Ali bin Abi Thalib).

 

8. Membaca :

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ.

Alloohumma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammad, wa ‘alaa aalihii wa shahbihii wa sallim. (dibaca 100 x s.d. 100 x)

Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam-Mu kepada junjungan kita, Muhammad, beserta keluarga dan para sahabatnya”.

 

9. Membaca :

أَسْتَغْفِرُ الله العَظِيْم الّذِي لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الحَيُّ القَيُّوْمُ وَ أَتُوْبُ إِلَيْهِ 

Astaghfirulloohalazhiim. Alladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuumu wa atuubu ilaiih. (3 x)

“Aku memohon maaf kepada Allah Yang Maha Agung, Dzat Yang tiada tuhan selain Dia, Yang Hidup Abadi lagi terus menerus mengurusi makhluk-Nya. Dan aku bertaubat kepada-Nya”.

Selain bacaan di atas, Rasulullah saw. melakukan, memerintahkan dan menambahkan bacaan dzikir berikut ini setiap selesai shalat maghribdan subuh :

 

10. Membaca :

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ

Laa ilaaha illalloohu wahdahuu laa syariika lah, lahul-mulku wa lahul-hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qadiir.   (dibaca 10 x)

Tiada tuhan selain Allah semata. Tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kerajaan dan puji. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”.

Beliau saw mengatakan, bahwa orang yang membacanya, baginya akan dicatatkan sepuluh kebaikan, dihapuskan sepuluh kejelekan, diangkatkan derajatnya sepuluh kali lipat, dijaga (dari gangguan apa saja sejak waktu pagi/subuh) sampai sore hari, dan terjaga (sejak waktu sore/maghrib) sampai pagi hari. (HR At-Thabrani).

 

11. Membaca :

اللَّهُمَّ آجِرْنِي  مِنَ النَّارِ

Alloohumma aajirnii minannaar.  (dibaca 7 x)

Ya Allah! Lindungilah aku dari api neraka”.

Beliau saw menegaskan, “Jika Anda selesai shalat subuh, bacalah dzikir (seperti di atas) sebelum Anda berbicara. Sesungguhnya, jika Anda meninggal dunia pada hari itu, maka Allah akan melindungi Anda dari api neraka. Begitu juga jika Anda membacanya setelah shalat maghrib sebelum berbicara, lalu meninggal dunia pada malam harinya, maka Allah mencatatkan (suatu kebaikan) dan melindungimu dari api neraka”. (HR An-Nasai dan Abu Dawud).

 

11. Membaca :

سُبْحَانَ الله  وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ الله العَظِيْم  وَ لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ العَلِيِّ العَظِيْمِ.

Sub-haanalloohi wa bihamdihii, sub-haanalloohil ‘azhiim. Wa laahaula wa laa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiim.  (dibaca 3 x).

Mahasuci Allah dan dengan segala puji bagi-Nya. Mahasuci Allah Yang Maha Agung. Tiada daya dan tiada kekuatan melainkan dengan (pertolongan) Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung”.

Beliau saw menegaskan, bahwa orang yang membacanya tiga kali sehabis shalat shubuh dan maghrib, maka Allah akan  melindunginya dari empat macam bencana, yakni  gila, penyakit lepra/kusta, tuli dan lumpuh.

 

 

 

 

=======================================

Sumber : Kitab “Khulashoh Syawariqul Anwar“, karya Prof. DR. Sayyid Muhammad Alawi Abbas Al-Malikiy Al-Hasaniy.

Biasakanlah membaca Hasbalah  setiap hari, karena fadhilahnya sangat banyak, diantaranya terpeliharanya nikmat yang sudah ada, memancing bertambahnya rizki dan anugerah Allah, terjaga keamanannya dari setiap musuh, dan masih banyak lagi.

Bacaan Hasbalah :

حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ

Hasbunalloohu wa ni’mal wakiil.

 

Artinya:“Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.” (QS Ali Imran,[3] : 173)

 

Penjelasan :

Sebagian ulama salaf menjelaskan tata cara membacanya dengan bilangan yang berbeda. Diantara mereka ada yang membacanya setiap hari sebanyak 450 kali, 950 kali, 4000 kali, 7000 kali, dan bahkan ada yang 19.000 kali. Tata cara semacam ini lebih didasarkan oleh kemakrifatan, kesungguhan, dan pengalaman batin mereka. Namun yang termasyhur adalah bilangan 450 kali. Walloohu a’lam.

 

حَسْبِيَ اللَّهُ  لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ  عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَ هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ  الْعَظِيْمِ

 

Hasbiyalloohu laa ilaaha illaa huwa ‘alaihi tawakkaltu wa huwa rabbul-’arsyil ‘azhiim

 

Artinya:“Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki `Arsy yang agung.” (QS at-Taubah,[9] : 129).

 

Rasulullah saw. bersabda, bahwa siapa saja yang membacanya di pagi hari tujuh kali dan sore hari tujuh kali, maka Allah akan mencukupi apa saja dari urusan dunia dan akhirat yang ia butuhkan, baik ia meyakini khasiatnya, maupun mendustakannya.